Steel City Derby: Derbi Panas yang Lama Menghilang dari Premier League

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Bicara soal rivalitas di Premier League, kita sekarang mungkin lebih akrab dengan istilah Derbi Merseyside, Derbi London, hingga Derbi Manchester. Namun nyatanya, ada satu lagi derbi 'panas' di Inggris yang sudah lama menghilang dari Premier League.
Namanya Steel City Derby. Laga Sheffield United FC kontra Sheffield Wednesday FC.
Laga sengit yang sayangnya kini sudah tidak lagi menjadi trending topic. Ibarat halnya seperti 'dia' yang di matamu kini sudah tak lagi menarik.
Namun kalau tiba-tiba teringat lagi, kamu mungkin tetap menaruh harap 'dia' bakal kembali. Begitu pula Steel City Derby. Jauh di mata, dekat di hati.
Derbi satu ini adalah ajang pembuktian soal siapa yang paling hebat di kota di mana tempat klub sepak bola tertua di dunia --Sheffield FC-- itu didirikan pada 1857.
Ya, dari lima klub asal Sheffield yang masih eksis hingga hari ini, hanya Sheffield United dan Sheffield Wednesday yang mampu menggapai kompetisi level teratas, sedangkan sisanya --termasuk Sheffield FC-- lebih sering berkutat di kompetisi Level 8-10.
Kenapa namanya Steel City Derby? Sebab, di Inggris, Kota Sheffield terkenal dengan industri besinya. Penyebab derbi ini kalah prestisius dari Derbi Manchester dan lainnya adalah karena derbi ini tidak bisa rutih digelar setiap musim.
Kenapa? Karena prestasi kedua kesebelasan ini kerap naik-turun, sehingga ada kalanya mereka tidak berada pada satu level kompetisi yang sama dalam satu musim.
Inikah yang disebut rindu terhalang prestasi? Sebab, meskipun di dalam rivalitas ada saling benci, tetapi pastilah juga tersemat saling rindu.
Itulah kenapa yang namanya derbi selalu bikin baper bagi dua kubu suporter. Halah, kalian yang pernah ‘terjebak’ di zona love-hate relationship pasti pahamlah.
Contohnya musim ini, Sheffield United mampu kembali eksis di Premier League, usai menanti 13 musim lamanya. Sementara Sheffield Wednesday masih belum bisa balik lagi ke Premier League sejak terdegradasi di akhir musim 1999/2000.
Dari total 131 laga di semua kompetisi, Sheffield United mengoleksi 46 kemenangan, sementara Sheffield Wednesday mencatatkan 42 kemenangan, dan 43 hasilnya imbang. Artinya, The Blades unggul tipis atas The Owls.
Salah satu laga paling menarik terjadi di Football League Second Division pada 8 September 1951. United menang 7-3 atas Wednesday di hadapan 51.075 jiwa yang memadati kandang mereka, Bramall Lane.
Padahal, dalam laga itu, Wednesday sempat unggul 1-0 lebih dulu. Terdengar familiar, ya? Unggul 1-0 duluan, tetapi akhirnya kebobolan tujuh gol. Tapi masih mendinglah kebantainya di kandang lawan, bukan kandang sendiri, apalagi stadion baru.
Pada pertemuan kedua pada musim yang sama di Hillsborough--kandang Sheffield Wednesday--, Sheffield United menang lagi. Skornya enggak terlalu sadis, cuma 1-3.
Boleh asja Wednesday kalah dua kali pada musim itu, tetapi di akhir musim merekalah yang menjuarai Football League Second Division 1951/52. Sementara United finis di peringkat 11.
Kemenangan terbesar bagi kubu Wednesday terjadi di Football League Third Division di Hillsborough pada 26 Desember 1979. Wednesday menang 4-0 dalam laga boxing day itu.
Menariknya, United kala itu sedang di puncak klasemen, sementara Wednesday di peringkat empat. Pada akhir musim, Wednesday finis ketiga dan promosi ke Second Division, sementara United finis di urutan 12. Jadi, kemenangan 4-0 itu disebut-sebut sebagai momentum kebangkitan Wednesday.
Usai promosi itu, prestasi Wednesday terus menanjak. Bahkan mereka merasakan atmosfer kompetisi level teratas (First Division dan Premier League) selama 15 musim hingga terdegradasi di akhir musim 1999/2000, terhitung sejak musim 1984/1985 --sempat terdegradasi sekali.
Sementara nahas bagi United karena mereka malah sempat terdegradasi ke Fourth Division --kompetisi yang Wednesday tak pernah terjebak di dalamnya. United baru bisa menggapai level teratas pada musim 1990/91.
United lalu terdegradasi pada Premier League musim 2003/04. Mereka baru bisa balik lagi ke Premier League pada musim 2006/07, tapi langsung terdegradasi lagi di akhir musimnya.
Terakhir kali mereka bersua adalah musim lalu di Hillsborough pada 4 Maret 2019 dalam ajang EFL Championship. Laga itu berakhir dengan skor 0-0.
Sekarang, kedua rival itu sedang berada di dimensi berbeda untuk kesekian kalinya. Kalau kondisinya begini terus, lantas kapan Steel City Derby bakal kembali lagi ke Premier League?
Entahlah, yang pasti sekarang kalian siap-siap saja, karena mungkin kalian juga enggak bakal bisa nonton Derbi Merseyside lagi di Premier League musim depan. Eh...
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

