kumparan
search-gray
Bola & Sports24 Mei 2020 11:00

Ujaran 'The King' Eric Cantona soal Tendangan Kungfu hingga Dunia Akting

Konten kiriman user
PTR, Eric Cantona
Eric Cantona, Si Anak Nakal yang menjadi Raja. Foto: AFP
Semua orang boleh memandang Eric Cantona dengan caranya sendiri. Segenap insan tak dilarang membuat komentar bijak ihwal si pemain berjuluk 'The King'.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, sebijak-bijaknya para manusia bestari merangkai tutur peri, kalimat yang paling savage tetaplah kalimat yang meluncur dari mulut Cantona sendiri. Tak percaya? Silakan cek sendiri.

1) Tentang ketakutannya

Eric Cantona, Manchester United
Eric Cantona. Foto: AFP
"Aku sangat bangga para fan [Manchester United] masih menyanyikan namaku, tetapi aku takut besok mereka akan berhenti. Aku takut karena aku menyukainya. Dan kau khawatir kehilangan semua yang kau suka." (Goal)
Empat trofi Premier League, tiga trofi Charity Shield, dan dua trofi Piala FA adalah warisannya untuk klub kebanggaan publik Old Trafford. Dia memang tak bekerja sendiri. Namun kehadirannya memudahkan segalanya.

2) Tentang tendangan kungfu

Video
"Momen terbaikku? Aku memiliki banyak momen bagus, tetapi yang aku sukai adalah saat aku menendang hooligan itu." (The Guardian)
Bukan saat menjuarai Premier League atau memenangi kompetisi lainnya, momen sepak bola terbaik bagi Cantona adalah kala dia melepas tendangan kungfu ke suporter Crystal Palace, Matthew Simmons. Cerita selengkapnya di sini.

3) Tentang burung camar

Eric Cantona, Manchester United
Eric Cantona. Foto: AFP
"Ketika burung camar mengikuti kapal pukat, itu karena mereka berpikir sarden akan dibuang ke laut. Terima kasih banyak." (Goal)
Itu adalah kalimat yang dilontarkan Cantona di ruangan konferensi pers usai vonis bandingnya atas kasus tendangan kungfu keluar. Hasilnya, si pria kelahiran Marseille harus menjalani hukuman 120 jam kerja sosial. Namun apa arti kalimat di atas?
ADVERTISEMENT
Ada yang menafsirkan bahwa kapal pukat itu adalah Cantona sendiri, burung camar adalah jurnalis, dan ikan sarden adalah segala berita tentangnya. Ibaratnya, dia adalah pesepak bola pendongkrak traffic media.

4) Tentang loyonya Man United

Eric Cantona
Eric Cantona. Foto: OLI SCARFF / AFP
"Manchester United menempati tempat khusus di hatiku, tetapi menonton permainan United sekarang, itu seperti melihat pria tua yang bercinta (making love)." (OTRO)
Meski begitu, pria yang pada 24 Mei 2020 resmi berusia 54 tahun itu sedang tidak membicarakan dirinya sendiri. Cuma metafora, katanya. Selengkapnya di sini.

5) Tentang Neymar

CVR, Neymar Junior
Neymar Junior selalu ingin jadi seperti David Beckham. Foto: AFP/Franck Fife
"Saat umurmu 25, dan kau bermain bagus bersama Brasil dan Barcelona, kau perlu bertanya pada dirimu sendiri apa yang kau cari di Prancis--saat kau menyadari akan bermain melawan Guingamp atau Amiens?" (YahooSports)
Menurut alumnus akademi sepak bola Auxerre itu, Neymar masih cukup muda dan butuh kompetisi yang lebih menantang ketimbang Liga Prancis agar bakat terbaiknya keluar. Simak di sini.

6) Tentang laga tanpa penonton

CVR, Valencia
Patung seorang suporter Valencia, Vicente Navarro, di tribune Mestalla. Hanya dia yang 'menyaksikan' laga Valencia vs Atalanta di Liga Champions. Foto: Reuters/Handout
"Anda telah menyaksikan laga Liga Champions tanpa penonton. Laga yang sama, taruhan yang sama, tetapi itu tak sama. Tak ada gairah. Para pemain membutuhkan energi [dari suporter]. Seperti di teater, berpentas di ruang kosong dan ruang penuh berbeda rasanya." (RTL)
Cantona adalah orang yang tak setuju dengan ide memainkan laga tanpa penonton. Selengkapnya bisa dibaca di sini.
ADVERTISEMENT

7) Tentang kediktatoran dan demokrasi

Eric Cantona
Eric Cantona dalam pertandingan Prancis vs Inggris tahun 1992. Foto: AFP/Martin Hayhow
"Demokrasi besar memiliki visinya sendiri. Bagiku itu semacam terorisme. Terorisme ekonomi. Dan di dalam demokrasi besar, terdapat satu sisi kediktatoran karena mereka ingin memaksakan visi mereka." (The Guardian, eksklusif)
Eric Cantona suka berbicara tentang berbagai hal. Enggak cuma soal sepak bola, tetapi juga aspek lain dalam kehidupan, tak terkecuali soal budaya dan kenegaraan.

8) Tentang hal yang berpotensi membunuh

"Hanya kecelakaan, kejahatan, dan perang yang masih akan membunuh kita. Namun sayangnya, kejahatan dan perang akan berlipat ganda. Saya suka sepak bola. Terima kasih."
Ngapunten, Mas Cantona. Izin menambahkan satu lagi yang berpotensi membunuh banyak manusia: Virus corona.

9) Tentang karier berakting

"Aku tak mau jadi Terminator. Aku tak ingin pergi ke Hollywood. Aku ingin membuat film yang menurutku menarik dan menantang secara intelektual." (The Guardian)
Well, Cantona sudah membintangi lebih dari 10 film/seri dalam daftar filmografinya. Yang terbaru, Inhuman Resources, tayang di Netflix. Ada yang sudah nonton?
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white