Zlatan Ibrahimovic, 'Traveler' yang Selalu Berada di Spot Terbaik

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Every man’s life ends the same way. It is only the details of how he lived and how he died that distinguish one man from another.”
-Ernest Hemingway
Dalam Bahasa Indonesia, kalimat itu bisa dibaca begini, "Kehidupan setiap orang berakhir dengan cara yang sama. Hanya detail bagaimana dia hidup dan bagaimana dia mati yang membedakannya dengan orang lain".
Ya, semua orang kelak bakal mati, tetapi bagaimana cara manusia mengisi hidup ini adalah pilihan mereka masing-masing. Dalam hal ini, Zlatan Ibrahimovic memilih jalannya sendiri dengan selalu memijakkan kakinya di tempat terbaik.
Ibrahimovic bukanlah Christian Vieri. Meski sama-sama 'kaum nomad', tetapi keduanya punya jalan masing-masing.
Vieri membela 13 klub berbeda sepanjang kariernya, tetapi tidak semua klub itu merupakan papan atas. Ada pula tim medioker Serie A, juga klub di luar kompetisi level teratas Liga Italia itu.
Bagaimana dengan Ibrahimovic? Well, penyerang asal Swedia ini selalu memastikan diri mengenakan jersi klub ternama di setiap liga yang disinggahinya. Klub papan atas, atau setidaknya punya sejarah besar, atau kombinasi keduanya.
Ini deretan klub yang pernah diperkuat Ibrahimovic: Malmoe FF (Swedia), Ajax Amsterdam (Belanda), Juventus (Italia), Inter Milan (Italia), Barcelona (Spanyol), AC Milan (Italia), Paris Saint-Germain (Prancis), hingga Manchester United (Inggris).
Di mana pun berada, dia selalu memastikan diri meninggalkan jejak yang jelas. Pria yang kini kembali bereuni dengan Rossoneri itu adalah satu-satunya pemain yang pernah mencetak setidaknya satu gol di derbi-derbi bergengsi liga top Eropa.
Sebut saja: De Klassieker di Belanda, Derby della Madonnina dan Derby d'Italia di Italia, El Clasico dan Derbi Barceloni di Spanyol, Le Classique di Prancis, Derbi Manchester dan Derbi North-West di Inggris.
Itu di Eropa. Ingat, Ibrahimovic juga sempat berkarier di 'Negeri Paman Sam'. Dan ternyata, di benua lain pun, si pemegang 116 caps Timnas Swedia juga mampu membuktikan kualitasnya yang bukan 'kaleng-kaleng' itu.
Di negara yang menyebut sepak bola sebagai "Soccer" itu, Ibrahimovic juga bergabung dengan tim ternama, yakni Los Angeles Galaxy, klub yang pernah menjadi tempat singgah David Beckham dan Steven Gerrard.
Apakah pria keturunan Bosnia itu juga mencetak gol di laga-laga penting Major League Soccer? Tentu saja, dia mengukir namanya sebagai pencetak gol di laga El Trafico (Derbi Los Angeles) dan California Clasico.
Ibrahimovic adalah pemburu prestasi sejati dan juga punya gengsi yang sangat tinggi. Dulu, dia sempat dilirik Arsene Wenger dan ditawari menjalani masa uji coba di Arsenal.
Namun, dia menolaknya. "Zlatan tidak melakukan audisi," katanya.
Kini, usianya sudah 38 tahun. Ibrahimovic semakin menua, tetapi itu bukan soal. Baginya, usia cuma angka. Ibarat kuliner, pria pemilik banyak tato ini adalah wine yang jika semakin lama didiamkan, rasanya semakin nikmat.
Bahkan, dia sendiri pernah bilang begini, "I think I'm like wine. The older I get, the better I get". Ya, bebas dah.
Sudah banyak trofi juara di level klub dan sejumlah penghargaan individu yang masuk dalam CV-nya. Namun, ada satu trofi yang mungkin belum kesampaian untuk dijamahnya: Trofi 'Kuping Besar' Liga Champions.
Momen berhargannya di kompetisi paling bergengsi di Eropa itu 'cuma' rekor-rekor individu, seperti satu-satunya pemain yang bermain untuk tujuh tim berbeda dan satu-satunya pemain yang mencetak gol untuk enam tim berbeda.
Meski begitu, publik tidak bisa menilai Zlatan Ibrahimovic cuma dari raihan trofinya (apa pun itu). Sebagaimana dia juga pernah bilang, "I do not need a trophy to tell myself that I am the best".
Ya, karena jika seorang pemain cuma dinilai dari jumlah raihan trofi, atau secara spesifiknya trofi Liga Champions, artinya nama Ibrahimovic tidaklah lebih besar dari Marek Jankulovski atau Djimi Traore.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
