Clearlake Capital Ambil Alih Kendali Penuh Chelsea dari Todd Boehly

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Todd Boehly.
zoom-in-whitePerbesar
Todd Boehly.

Konsorsium bisnis Clearlake Capital resmi mengambil alih kendali penuh atas klub Premier League, Chelsea, setelah Todd Boehly dan Mark Walter sepakat menjual seluruh saham kepemilikan mereka. Keputusan ini mengakhiri era kepemimpinan bersama yang sempat diwarnai ketegangan internal di jajaran petinggi klub asal London Barat tersebut.

Dengan kesepakatan ini, pihak Clearlake yang dipimpin oleh Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano kini memegang kontrol mutlak atas arah masa depan The Blues. Todd Boehly juga dipastikan melepaskan jabatannya sebagai ketua klub (chairman) yang telah ia pegang sejak proses akuisisi dari Roman Abramovich pada tahun 2022 silam.

Pecahnya Kongsi dan Ketegangan di Stamford Bridge

Proses divestasi ini merupakan puncak dari keretakan hubungan yang mulai terendus sejak awal tahun 2024 antara kubu Todd Boehly dan pihak Clearlake Capital. Perbedaan visi mengenai pengelolaan klub memicu kedua belah pihak untuk saling menjajaki opsi pembelian saham satu sama lain demi mendapatkan kekuasaan tunggal.

Salah satu pemicu utama ketegangan tersebut kabarnya berkaitan dengan rencana jangka panjang pembangunan infrastruktur stadion. Perdebatan mengenai apakah Chelsea harus merenovasi stadion Stamford Bridge atau pindah ke lokasi baru memicu friksi yang cukup tajam antara kubu Boehly dan manajemen Clearlake.

Sebelum transaksi ini terjadi, Clearlake Capital telah menguasai mayoritas saham Chelsea sebesar 61,5 persen. Sementara itu, Todd Boehly, Mark Walter, dan miliarder asal Swiss, Hansjorg Wyss, masing-masing memiliki porsi saham sebesar 12,8 persen, sebelum akhirnya dua nama pertama memutuskan untuk hengkang sepenuhnya.

Salam Perpisahan Todd Boehly dan Babak Baru Chelsea

Meskipun harus merelakan posisinya, Todd Boehly menyampaikan bahwa memimpin Chelsea merupakan sebuah kehormatan besar bagi dirinya. Pengusaha yang juga merupakan salah satu pemilik waralaba bisbol Los Angeles Dodgers tersebut optimistis klub akan tetap berada di jalur yang tepat di bawah kepemimpinan baru.

“Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu mengamankan masa depan cerah bagi klub ini, termasuk Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran kepemimpinan dan staf berbakat di Chelsea, serta basis penggemar setia yang luar biasa,” ujar Boehly dalam pernyataan resminya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya yakin Chelsea berada di posisi yang sangat baik untuk meraih kesuksesan jangka panjang di bawah kendali tunggal Clearlake.

Di sisi lain, Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano selaku petinggi Clearlake turut menyampaikan apresiasi atas sumbangsih Boehly selama menjabat sebagai ketua klub. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengucurkan investasi besar pada infrastruktur, performa olahraga, pengembangan pemain, serta menghadirkan kesuksesan bagi para pendukung Chelsea.

Restrukturisasi Global dan Performa Lapangan Hijau

Langkah penjualan saham oleh Boehly dan Walter tidak hanya berdampak pada Chelsea, melainkan juga menyasar klub mitra mereka di Ligue 1 Prancis, Strasbourg. Kedua pebisnis tersebut sepakat melepas seluruh kepemilikan saham mereka di klub Prancis itu guna memuluskan transisi kekuasaan kepada Clearlake Capital secara menyeluruh.

Sejak proses takeover senilai 2,3 miliar poundsterling pada tahun 2022, Chelsea telah mengalami dinamika performa yang sangat fluktuatif serta perputaran pemain yang sangat tinggi. Kebijakan transfer klub sempat disorot tajam karena fokus mendatangkan pemain-pemain muda dengan durasi kontrak jangka panjang yang sangat ekstrem.

Pada musim 2024-2025, prestasi terbaik Chelsea adalah finis di peringkat keempat klasemen Premier League, sembari mengamankan trofi UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup. Setelah sempat finis di peringkat kesepuluh pada musim sebelumnya, manajemen klub kemudian mengambil langkah krusial dengan menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru mereka pada bursa musim panas demi mendongkrak prestasi tim di atas lapangan.

Latar Belakang Investigasi dan Perubahan Struktur Eksternal

Di luar urusan sepak bola, para mantan pemilik saham Chelsea ini juga sedang menghadapi dinamika bisnis mereka masing-masing di Amerika Serikat. Mark Walter, yang juga menjabat sebagai CEO firma keuangan global Guggenheim Partners, baru-baru ini menjual kepemilikan saham mayoritasnya di klub NBA legendaris, Los Angeles Lakers, dengan nilai rekor mencapai 12,5 miliar dolar AS.

Langkah pelepasan aset olahraga raksasa tersebut terjadi di tengah laporan bahwa beberapa perusahaan di dalam imperium bisnis milik Walter sedang berada di bawah pengawasan ketat. Jaksa federal Amerika Serikat dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap beberapa entitas usaha miliknya.

Meskipun terjadi restrukturisasi kepemilikan besar-besaran di level atas, manajemen Chelsea menegaskan bahwa operasional sehari-hari klub tidak akan terganggu. Melalui pernyataan resmi klub, dipastikan bahwa tidak akan ada perubahan pada operasional harian, kepemimpinan operasional, maupun strategi klub seiring dengan berjalannya proses akuisisi penuh oleh Clearlake Capital.