Cristian Romero Sepakat Tinggalkan Tottenham Menuju Atletico Madrid

Cristian Romero saat menjalani tes medis di J-Medical.
zoom-in-whitePerbesar
Cristian Romero saat menjalani tes medis di J-Medical.

Tottenham Hotspur secara prinsipil telah mencapai kesepakatan untuk menjual kapten mereka, Cristian Romero, ke klub raksasa Spanyol, Atletico Madrid. Langkah mengejutkan ini menandai akhir dari era sang bek tengah asal Argentina tersebut di London Utara setelah menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus memicu perdebatan di skuad utama.

Diego Simeone dikabarkan telah lama mengagumi bakat bek tangguh ini dan akhirnya berhasil mengamankan tanda tangannya pada bursa transfer kali ini. Kepindahan ini sekaligus mempertegas ambisi Atletico Madrid untuk memperkuat barisan pertahanan mereka menjelang musim kompetisi yang baru.

Detail Kesepakatan Transfer dan Ambisi Diego Simeone

Proses kepindahan Cristian Romero ke Atletico Madrid berjalan cukup dinamis setelah ketertarikan klub La Liga tersebut berembus sepanjang jendela transfer. Nilai transfer sebesar £34,2 juta ditambah berbagai bonus berbasis performa (add-ons) menjadi formula akhir yang disetujui kedua belah pihak guna memuluskan kepindahan sang pemain.

Untuk melindungi kepentingan jangka panjang klub, manajemen Tottenham juga berhasil menyertakan klausul penjualan kembali (sell-on clause) sebesar 15 persen dalam kesepakatan transfer ini. Romero sendiri awalnya mendarat di London Utara dengan status pinjaman dari Atalanta pada tahun 2021 sebelum akhirnya dipermanenkan pada musim berikutnya.

Menolak Rival Liga Primer demi Berlabuh ke Spanyol

Sebelum memantapkan pilihan ke Madrid, bek berusia 28 tahun ini sempat menarik minat serius dari sejumlah klub raksasa Eropa. Raksasa Italia, Inter Milan, sangat berambisi untuk memulangkan mantan bintang Atalanta tersebut ke pentas Serie A, sementara rival sekota Spurs, Arsenal, juga sempat dikabarkan memantau situasinya demi membuat kejutan transfer.

Namun, keinginan kuat Romero untuk bermain di bawah arahan langsung Simeone menjadi faktor penentu utama keputusan ini. Meskipun masa baktinya di Tottenham Hotspur Stadium sebenarnya masih tersisa hingga tahun 2029, kepindahan ini menjadi penutup manis setelah ia membantu klub meraih trofi Europa League pada musim 2024-25.

Warisan Penuh Warna dan Friksi dengan Suporter

Karier Cristian Romero di panggung Liga Primer Inggris akan selalu dikenang lewat kombinasi atribut bertahan kelas dunia dan catatan disiplinnya yang buruk. Selama lima musim berseragam Spurs, sang bek mencatatkan 124 penampilan dengan sumbangan 12 gol, namun ia juga mengoleksi empat kartu merah akibat gaya bermainnya yang sangat agresif.

Hubungan sang kapten dengan para pendukung Tottenham pun sempat diwarnai ketegangan di luar lapangan. Ia sempat memicu amarah suporter ketika berniat absen pada laga krusial akhir musim demi menonton langsung klub masa kecilnya, Belgrano, di Argentina, walau pada akhirnya ia tetap tampil profesional membantu Spurs lolos dari ancaman degradasi.