David Alaba Resmi Gabung Udinese Setelah Tinggalkan Real Madrid

Gak pake lama, supersub hadir bawa info dan gosip bola internasional yang perlu kalian tahu.
·waktu baca 3 menit

Klub kasta tertinggi Liga Italia Udinese meresmikan perekrutan bek veteran asal Austria David Alaba secara gratis pada hari Kamis waktu setempat. Pemain berusia 34 tahun tersebut menyepakati kontrak jangka pendek berdurasi satu tahun untuk memulai petualangan baru di Serie A setelah beberapa musim sukses bersama klub-klub raksasa Eropa.
Manajemen Udinese menyambut hangat kedatangan mantan bintang Real Madrid ini dengan pujian setinggi langit. Mereka meyakini bahwa kehadiran sosok yang sarat pengalaman di level tertinggi sepak bola dunia tersebut akan membawa dampak instan, khususnya dalam hal kepemimpinan serta fleksibilitas taktik di lini belakang skuad Zebrette.
Nostalgia Selebrasi Kursi Lipat yang Ikonik
Sebelum meresmikan transfer ini, pihak Udinese sempat membuat kehebohan di media sosial dengan mengunggah sebuah kode unik berupa foto kursi lipat di tengah lapangan hijau. Unggahan tersebut merupakan rujukan langsung terhadap aksi ikonik Alaba saat merayakan kemenangan dramatis Real Madrid atas Manchester City pada semifinal Champions League tahun 2022 silam.
Momen selebrasi mengangkat kursi di atas kepala itu kini telah menjadi salah satu gambar paling membekas dalam sejarah perjalanan comeback sensasional Los Blancos di kompetisi Eropa. Udinese secara cerdas memanfaatkan memori indah tersebut untuk menyambut kedatangan sang pemain bertahan sebelum mengumumkannya secara resmi kepada publik.
Gelimang Trofi Bersama Real Madrid dan Bayern Munich
Sebelum memutuskan hijrah ke Italia, pemain kelahiran Wina ini menorehkan tinta emas selama lima musim berseragam Real Madrid sejak didatangkan dari Bayern Munich pada tahun 2021. Bersama raksasa Spanyol itu, Alaba mencatatkan total 132 penampilan, menyumbang lima gol, serta sukses mempersembahkan 11 trofi bergengsi ke lemari juara Santiago Bernabeu.
Koleksi gelarnya bersama raksasa Spanyol tersebut mencakup dua trofi Champions League, dua Piala Dunia Antarklub, dua Piala Super UEFA, dua mahkota La Liga, satu trofi Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol. Catatan luar biasa ini menegaskan statusnya sebagai salah satu bek tersukses di era modern yang selalu bergelimang prestasi ke mana pun ia melangkah.
Kegemilangan Alaba sebenarnya sudah terpupuk sejak ia menimba ilmu di akademi Austria Vienna sebelum akhirnya diboyong oleh Bayern Munich pada usia 16 tahun. Di Jerman, ia bertransformasi menjadi pilar tak tergantikan dengan memenangkan sepuluh gelar Bundesliga, dua trofi Champions League, serta berbagai ajang domestik lainnya sebelum akhirnya memperkuat tim nasional Austria dalam lebih dari 100 pertandingan internasional.
Ambisi Besar Alaba yang Belum Padam
Kendati telah memenangkan hampir semua kompetisi prestisius di jagat raya, Alaba menegaskan bahwa rasa laparnya akan kemenangan sama sekali belum luntur. Ia menegaskan kesiapannya untuk langsung bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan mengincar pencapaian baru bersama klub barunya.
Dalam rilis resmi pihak klub, pemain veteran itu mengutarakan komitmennya secara emosional. “Saya telah melewati banyak pengalaman dan memenangkan banyak hal sepanjang karier saya, tetapi ada satu hal yang tidak pernah berubah: saya ingin terus menang,” ujar Alaba mengekspresikan hasratnya.
Ia juga menambahkan komitmen taktisnya untuk skuad Udinese musim ini. “Saya ingin terus bersaing, dan saya ingin meraih sesuatu yang spesial sekali lagi. Inilah mentalitas yang saya bawa ke Udine,” pungkas bek legendaris tersebut yang siap memulai lembaran baru di kompetisi Liga Italia.
