David Moyes Larang Skuad Everton Bicara Tiket Eropa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih West Ham United, David Moyes.
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih West Ham United, David Moyes.

Manajer Everton, David Moyes, secara tegas melarang seluruh anggota skuadnya untuk membicarakan peluang lolos ke kompetisi Eropa musim ini. Meskipun The Toffees mencatatkan awal musim yang mengesankan tanpa kekalahan di Liga Primer Inggris, Moyes memilih bersikap realistis demi menjaga fokus timnya.

Kemenangan tipis atas Ipswich Town memang menempatkan Everton di papan atas klasemen sementara. Namun, juru taktik berpengalaman tersebut menilai performa lini serang timnya masih jauh dari kata memuaskan dan membutuhkan evaluasi mendalam sebelum bermimpi terlalu jauh.

Trauma Kegagalan Musim Lalu Jadi Alasan Utama

Sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh Moyes tidak lepas dari memori kelam pada akhir musim lalu. Pada saat itu, Everton sempat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket Champions League setelah membantai Chelsea dengan skor telak 3-0 pada bulan Maret.

Sayangnya, performa tim mendadak merosot tajam hingga gagal meraih satu pun kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka. Everton akhirnya harus puas finis di peringkat ke-13 klasemen akhir dan kehilangan kesempatan tampil di kompetisi Benua Biru secara dramatis.

Moyes mengakui bahwa ekspektasi tinggi musim lalu sempat membuatnya terlena. “Saya senang mengucapkan kata-kata itu tahun lalu. Jika Anda memikirkan apa yang telah kami lakukan, menjadi bahan degradasi saat kami datang pada Januari, bangkit dan memenangkan pertandingan, serta mendatangkan banyak pemain baru... Namun para pemain tampil sangat baik, saya mulai percaya bahwa kami memiliki peluang nyata,” ungkapnya dengan nada penuh penyesalan.

Produktivitas Gol yang Masih Minim

Meskipun pertahanan Everton terbukti sangat kokoh dengan catatan lima kali clean sheet dari tujuh laga di semua kompetisi, Moyes sangat tidak puas dengan produktivitas gol timnya. Kehilangan penyerang seperti Beto serta hengkangnya gelandang serang andalan Iliman Ndiaye ke Manchester City menyisakan lubang besar di lini depan.

Saat ini, praktis hanya Thierno Barry yang menjadi striker murni yang fit di dalam skuad. Meskipun Barry sukses mencetak gol kemenangan saat menghadapi Ipswich Town dan mengoleksi lima gol sejauh ini, efektivitas serangan Everton secara keseluruhan masih dinilai sangat buruk oleh sang manajer.

Dalam laga melawan Ipswich, skuad asuhan Moyes tersebut melepaskan 21 tembakan, namun hanya dua yang mengarah tepat ke sasaran. Moyes menegaskan bahwa timnya harus segera memperbaiki kualitas penyelesaian akhir jika ingin terus bersaing di papan atas. “Saya sebenarnya lebih kecewa karena kami tidak mencetak lebih banyak gol. Saya mengomeli mereka dengan sangat keras—mengapa kami tidak mengirimkan umpan silang yang lebih baik, penyelesaian akhir yang lebih tajam, dan menembak dari luar kotak penalti?” cetusnya.

Agenda Krusial Everton Setelah Jeda Internasional

Everton kini memasuki jeda internasional dengan kepala tegak berkat posisi kelima di klasemen sementara Liga Primer. Kendati demikian, jeda waktu ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh tim kepelatihan untuk mengasah ketajaman taktik menyerang serta mematangkan kerja sama antarpemain.

Ujian sesungguhnya akan kembali hadir saat mereka bertandang ke markas Hull City pada lanjutan liga tanggal 11 Oktober mendatang. Tidak hanya itu, fokus mereka juga akan terbagi karena harus bersiap menghadapi laga krusial di babak 16 besar Piala Liga melawan Newcastle United akhir bulan nanti.