Duet Maut Harry Kane dan Jude Bellingham Jadi Tulang Punggung Inggris

Duet Maut Harry Kane dan Jude Bellingham Jadi Tulang Punggung Inggris
zoom-in-whitePerbesar

Inggris melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Meksiko 3-2 dalam duel sengit di Stadion Azteca. Keberhasilan ini semakin menegaskan ketergantungan besar The Three Lions pada dua megabintang mereka, Harry Kane dan Jude Bellingham, yang sejauh ini telah mencetak 10 dari total 11 gol Inggris di turnamen tersebut.

Peran Krusial dalam Kemenangan atas Meksiko

Bellingham membuka keunggulan melalui aksi klinis sebelum Kane menambah keunggulan lewat penalti yang dingin. Meskipun sempat bermain dengan sepuluh pemain setelah Jarell Quansah diganjar kartu merah, ketenangan Kane dalam mengeksekusi penalti menjadi pembeda di tengah tekanan masif pendukung tuan rumah.

Keakraban keduanya di lapangan bahkan tertangkap kamera saat mereka merayakan gol dengan pose ikonik tangan terentang di hadapan suporter. Momen ini kini menjadi simbol identitas kampanye Inggris di Meksiko, bahkan tim sering terlihat menyanyikan lagu Wonderwall bersama para penggemar seusai laga.

Ketergantungan Statistik yang Signifikan

Dominasi Kane dan Bellingham bukan sekadar narasi, melainkan fakta statistik yang mencolok. Mereka menyumbang 90,9 persen dari total gol Inggris. Kane telah mengemas enam gol, sementara Bellingham mencatatkan empat gol. Angka ini jauh melampaui kontribusi pemain lain, menjadikannya ketergantungan tertinggi di antara semua tim yang tersisa di Piala Dunia.

Selain gol, kontribusi keduanya dalam aspek expected goals atau xG mencapai 54,9 persen dari total ancaman serangan Inggris. Pelatih Thomas Tuchel kini menghadapi tantangan berat berikutnya saat harus bersua Norwegia yang diperkuat Erling Haaland di babak perempat final.

Membangun Harmoni dalam Kepemimpinan

Koneksi keduanya tidak hanya terbatas pada taktik di atas lapangan, melainkan juga peran vital dalam grup kepemimpinan tim. Kane yang kini berusia 32 tahun sangat menghargai kehadiran Bellingham, sementara sang gelandang Real Madrid mengakui dukungan moral yang selalu diberikan kaptennya tersebut.

“Kami memiliki pengalaman besar dalam pertandingan dan klub besar. Keduanya vokal di ruang ganti,” ujar salah satu sumber dalam kamp tim nasional Inggris mengenai dinamika kepemimpinan mereka yang telah terjalin selama bertahun-tahun di level internasional.