Enzo Fernandez Resmi Gabung Manchester City dengan Rekor Transfer

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Chelsea, Enzo Fernandez.
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Chelsea, Enzo Fernandez.

Manchester City resmi mengamankan tanda tangan gelandang asal Argentina, Enzo Fernandez, dari Chelsea dengan nilai transfer fantastis mencapai 125 juta poundsterling. Angka tersebut menyamai rekor transfer termahal di Britania Raya saat Liverpool memboyong Alexander Isak dari Newcastle United tahun lalu. Gelandang kreatif ini menyetujui kontrak berdurasi lima tahun untuk bermain di Stadion Etihad di bawah asuhan manajer barunya.

Kepindahan ini diwarnai drama tingkat tinggi pada hari terakhir bursa transfer setelah klub asal Prancis, AS Monaco, secara sepihak membatalkan kesepakatan penjualan Lamine Camara ke Stamford Bridge. Meski Chelsea sempat memiliki opsi untuk membatalkan transfer Fernandez akibat kegagalan mendapatkan pengganti tersebut, kubu The Blues memilih untuk tetap memegang janji mereka dan membiarkan proses kepindahan sang pemain ke Manchester City berjalan lancar.

Komitmen Chelsea di Tengah Kegagalan Transfer Lamine Camara

Proses kepindahan Fernandez sempat terancam batal setelah AS Monaco mendadak membatalkan kesepakatan transfer Lamine Camara ke Chelsea senilai 47 juta poundsterling. Pemain tersebut awalnya diproyeksikan sebagai suksesor langsung Fernandez di lini tengah dan dijadwalkan menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak enam tahun. Namun, sesaat setelah tenggat waktu transfer berakhir, Monaco mengirimkan pemberitahuan tertulis yang menyatakan pembatalan kesepakatan secara sepihak.

Pembatalan mendadak ini dipicu oleh kegagalan Monaco dalam menjual Folarin Balogun ke Everton, setelah striker asal Amerika Serikat tersebut secara mengejutkan menolak kesepakatan di menit-menit akhir. Karena kegagalan tersebut, Monaco memilih untuk mempertahankan Camara. Pihak Chelsea dilaporkan sangat murka dan menilai tindakan klub asal Prancis tersebut sangat tidak profesional karena merusak kesepakatan tertulis yang sudah disetujui sebelumnya.

Meskipun menghadapi situasi sulit tanpa pengganti di sektor gelandang bertahan, manajemen Chelsea menunjukkan sportivitas tinggi dengan tidak membatalkan kesepakatan kepindahan Fernandez ke kubu rival. Mereka memilih menghormati janji yang sudah dibuat sebelumnya kepada Manchester City dan sang pemain sendiri, sehingga membiarkan kesepakatan Deadline Day bernilai fantastis ini tetap rampung secara terhormat.

Ambisi Besar Enzo Fernandez Bersama Manchester City

Bagi Fernandez, kepindahan ini mengakhiri masa penantian panjang setelah dirinya pertama kali mengutarakan keinginan hengkang dari Stamford Bridge tiga bulan lalu. Kini, ia resmi bereuni dengan mantan manajernya di Chelsea, Enzo Maresca, yang sekarang menukangi Manchester City. Chelsea sendiri mengantongi keuntungan sebesar 18 juta poundsterling setelah membelinya seharga 107 juta poundsterling dari Benfica tiga setengah tahun yang lalu.

Dalam sesi wawancara perdananya, Fernandez tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bergabung dengan klub tersukses di Inggris saat ini. Ia menyatakan kesiapannya untuk langsung memberikan kontribusi maksimal di bawah arahan taktis yang baru. “Manchester City adalah klub paling sukses di Inggris dalam beberapa waktu terakhir. Setiap pemain ingin menjadi bagian dari klub seperti ini karena semua orang tahu seberapa baik pengelolaan City,” ungkap Fernandez.

Gelandang tim nasional Argentina ini juga menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi mempertahankan tradisi juara di Etihad Stadium yang baru baginya. Ia bertekad untuk menyerap banyak ilmu dari rekan-rekan barunya demi meningkatkan kualitas permainannya ke level tertinggi. “Saya sangat senang berada di sini, dan saya siap menghadapi tantangan untuk membantu City terus memenangkan trofi. Ini adalah klub yang dibangun untuk kesuksesan,” tambahnya.

Pesan Perpisahan Emosional untuk Publik Stamford Bridge

Sesaat setelah transfernya diumumkan secara resmi, Fernandez mengunggah pesan perpisahan yang sangat emosional melalui akun media sosial pribadinya untuk para pendukung Chelsea. Pemain berusia 25 tahun itu mengakui bahwa beberapa hari terakhir merupakan momen yang sangat berat baginya, baik secara mental maupun profesional, saat harus mengambil keputusan besar untuk meninggalkan London Barat.

Dalam unggahannya, Fernandez merefleksikan perjalanannya selama tiga setengah tahun terakhir yang penuh dengan dinamika emosi di Stamford Bridge. “Saya ingin Anda tahu bahwa ini bukanlah hari-hari yang mudah bagi saya. Menulis ini juga tidak mudah. Sejujurnya, saya sedang tidak berada dalam kondisi yang baik. Tiga tahun lalu, Cobham dan Stamford Bridge menjadi rumah bagi saya dan keluarga saya. Saya menjadi sangat terikat dengan orang-orang di sana, dengan seragam, dan dengan logo klub luar biasa ini,” tulis Fernandez dalam pesan perpisahannya.

Meskipun menyadari keputusannya memicu kekecewaan di kalangan suporter, Fernandez menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan segalanya demi kejayaan klub selama mengenakan seragam biru. Ia menutup pesannya dengan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh staf medis, tim kepelatihan, rekan satu tim, serta para pendukung setia yang selalu mendampinginya. “Saya sangat bahagia di sini, dan saya tidak mendoakan apa pun selain yang terbaik untuk masa depan Anda. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang telah Anda berikan kepada saya dan keluarga saya selama bertahun-tahun ini,” pungkasnya.