Gary Neville Kritik Krisis Bek Sayap Inggris di Piala Dunia

Inggris menghadapi situasi genting jelang babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan DR Kongo di Atlanta. Mantan bek kanan tim nasional, Gary Neville, melontarkan kritik pedas terkait kebijakan skuad Inggris yang dianggap tidak menghargai krusialnya posisi bek sayap, sehingga memicu krisis kedalaman pemain saat Reece James dan Tino Livramento absen akibat cedera hamstring.

Krisis Sektor Kanan dan Peringatan Neville

Absennya Reece James hingga fase gugur dan cederanya Tino Livramento sebelum turnamen dimulai memaksa Thomas Tuchel memutar otak. Neville menilai situasi ini seharusnya bisa diantisipasi mengingat riwayat kebugaran kedua pemain tersebut yang memang rentan cedera dalam beberapa musim terakhir.

Neville menekankan bahwa ketergantungan pada pemain yang tidak konsisten secara fisik adalah kesalahan fatal dalam perencanaan turnamen besar. Ia menyatakan, “Ini bukan kali pertama saya melihat Inggris tidak menghargai posisi bek sayap dalam 15 hingga 20 tahun terakhir. Mereka pikir hanya dengan membawa satu bek murni, pemain lain bisa mengisi pos tersebut. Itu tidak akan berhasil.”

Tantangan Taktis Melawan DR Kongo

Menjelang laga krusial kontra DR Kongo, Tuchel kini harus memilih antara Djed Spence atau menggeser bek tengah seperti Jarrel Quansah dan Ezri Konsa ke sisi pertahanan. Neville memperingatkan bahwa pertahanan Inggris harus ekstra waspada terhadap ancaman serangan balik cepat dari tim lawan.

Menurut Neville, Inggris harus membenahi pertahanan mereka yang sempat terlihat goyah saat menghadapi Ghana dan Panama. “Congo akan menjadi lawan yang tangguh. Anda harus memastikan tidak kebobolan lewat serangan balik. Kita sudah beberapa kali kebobolan dalam laga sebelumnya, dan harus mengunci pintu belakang dengan rapat,” tegasnya.

Evaluasi Performa Skuad Tuchel

Selain sektor bek sayap, Neville juga menyoroti ketergantungan Inggris pada Harry Kane dan Jude Bellingham. Ia menilai bahwa meskipun Inggris berhasil lolos dari fase grup, masih banyak tanda tanya besar terhadap performa delapan pemain lapangan lainnya yang dinilai belum tampil konsisten di level tertinggi.

Neville mendesak Tuchel untuk mengambil keputusan berani, termasuk soal kebugaran Declan Rice. Baginya, Inggris tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi ini dan memperbaiki performa yang masih menunjukkan banyak kekurangan pada babak penyisihan.