Geovany Quenda Menjadi Proyek Ambisius Terbaru Chelsea

Chelsea resmi mengamankan talenta muda asal Portugal, Geovany Quenda, dengan mahar 40 juta poundsterling. Pemain sayap yang baru saja diikat kontrak hingga 2034 ini diharapkan menjadi bintang masa depan The Blues, mengikuti jejak karier Cristiano Ronaldo yang memulai langkah besar dari akademi Sporting CP menuju panggung sepak bola Inggris.
Awal Perjalanan yang Tidak Konvensional
Kisah Quenda bermula dari momen unik di klub akar rumput Damaiense. Saat itu, ia sempat dilarang berlatih karena tidak memakai perlengkapan yang layak, namun bakat alaminya memaksa pelatih untuk memberikan pengecualian setelah melihat sentuhan bola pertamanya. Lahir di Guinea-Bissau dan pindah ke Portugal pada usia tujuh tahun, ia sempat menimba ilmu di Benfica sebelum akhirnya menyeberang ke Sporting CP.
Perkembangannya di akademi Sporting menarik perhatian banyak pihak. Mantan pelatih masa mudanya, Fabio Roque, mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter sang pemain. “Kami tahu dari tim pemandu bakat bahwa dia adalah pemain yang hebat. Dia luar biasa dan berbeda. Disiplinnya tidak selalu hebat dan dia masih mentah, tetapi sikapnya sangat luar biasa. Dia menuntut dirinya sendiri, percaya diri, tidak terduga, berani, dan memiliki hubungan yang hebat dengan bola,” ujar Roque.
Mental Juara di Usia Muda
Reputasi Quenda sebagai pemain yang memiliki kepribadian kuat terbukti dalam berbagai laga krusial di level akademi. Roque menceritakan sebuah momen di mana ia yakin bahwa Quenda adalah pemain spesial bagi timnya. “Itu adalah momen kepribadian dan keyakinan. Itu menunjukkan siapa Geovany yang sebenarnya. Saat itu, saya berpikir, orang ini spesial,” kenangnya.
Kemampuan teknis Quenda juga diakui oleh pelatih tim U-23, Tiago Teixeira, yang menyebut sang winger sebagai salah satu talenta paling berbakat di akademi. Quenda dikenal tidak hanya memiliki olah bola yang mumpuni, tetapi juga ketenangan saat mengeksekusi situasi bola mati, sebuah atribut yang jarang dimiliki pemain di usianya.
Perbandingan dengan Bintang Premier League
Meski sering dikaitkan dengan legenda Sporting seperti Cristiano Ronaldo, Luis Figo, atau Nani, gaya bermain Quenda disebut lebih mirip dengan bintang Arsenal, Bukayo Saka. Analisis tersebut didasarkan pada karakteristik permainan Quenda yang eksplosif, cerdas dalam memproteksi bola, serta memiliki kreativitas tinggi saat menusuk ke dalam area pertahanan lawan.
“Ini tentang daya ledaknya, kemampuannya untuk bermain di dalam, melindungi bola, ketidakpastiannya, dan kreativitasnya,” jelas Roque. Ia menambahkan bahwa secara defensif, Quenda bahkan mungkin sedikit lebih kuat dibandingkan Saka di tahap perkembangannya saat ini, memberikan dimensi baru bagi lini serang Chelsea di bawah rezim baru mereka.

