Howard Webb Akui VAR Alami Tunnel Vision di Laga Derby Manchester

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Howard Webb pada sebuah laga.
zoom-in-whitePerbesar
Howard Webb pada sebuah laga.

Kepala Operational Pro Ref, Howard Webb, secara terbuka mengakui adanya kelalaian fatal dalam laga derby Manchester yang baru saja berlangsung. Kesalahan koordinasi pada teknologi video asisten wasit (video assistant referee atau VAR) menyebabkan gol Erling Haaland tetap disahkan, padahal gelandang Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan secara aktif mengganggu jalannya permainan.

Insiden ini memicu gelombang kritik tajam terhadap efektivitas teknologi di lapangan hijau. Webb mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam setelah tim wasit gagal melihat gambaran besar pertandingan akibat terlalu fokus pada satu titik, sebuah kesalahan fatal yang akhirnya mengubah hasil akhir laga krusial tersebut.

Kronologi Kegagalan VAR Menilai Pergerakan Enzo Fernandez

Kejadian bermula ketika asisten wasit di lapangan mengangkat bendera offside untuk menganulir gol Erling Haaland. Saat peninjauan video dimulai, petugas VAR segera memeriksa posisi sang penyerang asal Norwegia tersebut. Berdasarkan pengukuran teknologi garis presisi, Haaland dinyatakan berada dalam posisi aman, yakni onside dengan jarak sangat tipis, hanya selisih tiga sentimeter saja.

Masalah besar muncul saat petugas VAR terjebak dalam apa yang disebut Webb sebagai tunnel vision atau fokus yang terlalu sempit. Setelah memastikan Haaland aman, mereka mengabaikan pergerakan Enzo Fernandez yang jelas-jelas berada di posisi offside. Fernandez meluncur untuk menyambut bola, sebuah tindakan aktif yang sangat memengaruhi respons pertahanan lawan, meski pada akhirnya ia tidak menyentuh bola tersebut.

Berdasarkan rekaman percakapan audio yang dirilis, tim VAR hanya berfokus memastikan apakah ada sentuhan fisik dari Fernandez (no touch). Ketika terkonfirmasi tidak ada sentuhan, mereka langsung menyarankan wasit utama, Michael Oliver, untuk mengubah keputusan menjadi gol sah. Padahal, aturan permainan menegaskan bahwa seorang pemain tetap bisa dijatuhi hukuman offside jika pergerakannya memengaruhi fokus kiper atau pemain bertahan lawan.

Konsekuensi Tegas dan Permintaan Maaf Resmi Howard Webb

Webb menyatakan kekecewaan kolektif yang dirasakan oleh seluruh badan perwasitan atas kelalaian elementer ini. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghubungi manajemen Manchester United untuk mengakui kesalahan secara transparan, serta memutar rekaman audio diskusi ruang kontrol demi memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas, tim wasit yang bertugas dalam pertandingan tersebut dijatuhi sanksi disiplin. Webb menegaskan bahwa para petugas VAR yang bertanggung jawab tidak akan diberikan tugas memimpin pertandingan apa pun hingga jeda internasional berakhir. “Kami tahu Enzo Fernandez, yang berada di posisi offside, hampir pasti mengganggu pertahanan Manchester United dan kemungkinan besar juga penjaga gawang mereka,” ungkap Webb dalam wawancara Mic'd Up.

Webb juga menjelaskan secara mendetail bagaimana tindakan Fernandez merugikan lini pertahanan Setan Merah. Pergerakan agresif Fernandez membuat Lisandro Martinez kehilangan momentum untuk menyapu bola, serta menghalangi kiper Senne Lammens dalam mengantisipasi arah datangnya bola secara optimal.

Kritik Tajam Publik atas Ketiadaan Logika Offside VAR

Kegagalan ini memantik perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola, salah satunya jurnalis Sky Sports, Laura Hunter. Ia mempertanyakan urgensi penggunaan teknologi berbiaya tinggi jika keputusan dasar seperti aturan offside masih kerap luput dari pengamatan visual para petugas di balik layar komputer.

Menurut analisis media, proses evaluasi kronologis yang benar seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat tanpa memakan waktu hingga tiga menit jika aturan dasar diterapkan dengan tepat. Di sisi lain, jurnalis Kaveh Solhekol memberikan pandangan yang lebih simpatik dengan mengingatkan publik bahwa para wasit juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan besar di bawah tekanan atmosfer pertandingan bertensi tinggi sekelas derby Manchester.