Iliman Ndiaye Ungkap Alasan Pilih Manchester City Ketimbang Tottenham

Pemain baru Manchester City, Iliman Ndiaye, langsung mencuri perhatian dalam laga debutnya setelah merampungkan transfer senilai 60 juta poundsterling dari Everton pada hari terakhir bursa transfer. Winger berusia 26 tahun tersebut tampil sebagai starter saat City membukukan kemenangan tipis 1-0 atas Coventry City di Premier League, sekaligus menegaskan kesiapannya bersaing di level tertinggi.
Sebelum berlabuh ke Stadion Etihad, Ndiaye sejatinya nyaris bergabung dengan Tottenham Hotspur yang telah mencapai kesepakatan dengan Everton. Namun, kegagalan Spurs melepas Richarlison membuka jalan bagi Manchester City untuk membajak transfer tersebut, sebuah kesempatan emas yang diakui Ndiaye mustahil untuk ditolak oleh pemain mana pun.
Hambatan Transfer Tottenham dan Panggilan Tak Terduga Manchester City
Proses kepindahan Ndiaye di penghujung bursa transfer diwarnai drama yang cukup intens, meskipun sang pemain mengaku tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Kegagalan kepindahan ke London Utara tidak membuatnya panik karena ia percaya bahwa garis takdir kariernya sudah diatur dengan sangat baik.
“Tidak ada stres atau kepanikan,” ungkap Ndiaye mengenai situasi menjelang penutupan bursa transfer tersebut. “Saya selalu mengatakan apa pun yang terjadi, terjadilah. Tuhan menentukan masa depan Anda, itu sudah tertulis. Saya hanya bersabar dan ketika City datang menghubungi, saya sangat bersemangat. Pilihan itu akan selalu jatuh kepada City.”
Ndiaye tidak menampik bahwa bermain di Champions League merupakan target utamanya ketika memutuskan hengkang dari Everton. Meskipun menghormati Spurs, magnet prestasi dan reputasi Manchester City sebagai salah satu klub terbaik di dunia saat ini menjadi alasan utama di balik keputusan cepatnya. “Ketika Manchester City datang memanggil, Anda tidak bisa mengatakan tidak,” tambahnya.
Jejak Karier Inspiratif dari Non-League Menuju Panggung Juara
Perjalanan karier Iliman Ndiaye menuju skuad asuhan Pep Guardiola merupakan kisah perjuangan yang luar biasa di sepak bola Inggris. Tujuh tahun lalu, ia masih bermain untuk klub amatir Hyde United di kompetisi non-league, sebuah tempat yang hanya berjarak beberapa mil dari markas megah City, Stadion Etihad.
Sebelum menjadi bintang di Premier League, Ndiaye sempat mengasah kemampuannya bersama Boreham Wood, lalu bersinar di divisi Championship bersama Sheffield United. Ia juga sempat mencicipi atmosfer sepak bola Prancis bersama Marseille selama satu musim sebelum akhirnya dipinang oleh Everton seharga 15 juta poundsterling pada tahun 2024.
Kerja keras yang konsisten membawa pemain asal Senegal ini berkembang sangat pesat dalam waktu singkat. Bagi Ndiaye, pencapaian luar biasa ini bukanlah akhir dari perjalanannya, melainkan sebuah babak baru untuk membuktikan kelayakannya berada di jajaran pemain kelas dunia.
Ambisi Besar Bersama Juara Bertahan Premier League
Selama dua musim membela Everton, Ndiaye berhasil memikat hati para penggemar di Goodison Park lewat kelincahan dribel dan sumbangan 17 golnya di semua kompetisi. Meninggalkan Everton diakui sebagai keputusan yang berat, namun ambisi untuk bersaing di kompetisi antarklub paling elite di Eropa menjadi dorongan yang tidak bisa diredam.
Ndiaye menceritakan bahwa ia telah berbicara dengan istrinya mengenai komitmen untuk hanya pindah ke klub yang bermain di Champions League. Kini, fokusnya sepenuhnya tertuju pada masa depan bersama Manchester City, di mana ia siap bersaing memperebutkan tempat utama di tengah kepungan pemain bintang dunia. “Saya tidak benar-benar melihat ke belakang. Saya hanya melihat ke masa depan dan bekerja keras. Saya tidak pernah berhenti,” tegasnya.

