Jamie OHara Desak Tottenham Hotspur Rekrut Marcus Rashford

Penyerang timnas Inggris, Marcus Rashford, selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan babak penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Dallas Stadium, Arlington, Texas, AS, Rabu (17/6/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Penyerang timnas Inggris, Marcus Rashford, selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan babak penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Dallas Stadium, Arlington, Texas, AS, Rabu (17/6/2026).

Mantan gelandang Tottenham Hotspur, Jamie O'Hara, mendesak klubnya untuk segera melakukan manuver transfer berani demi memboyong penyerang Manchester United, Marcus Rashford. Dalam penampilannya di podcast spesial Sky Sports, O'Hara menilai pemain berusia 28 tahun itu merupakan kepingan puzzle yang hilang untuk mempertajam lini serang Spurs menjelang bergulirnya musim kompetisi baru.

Langkah transfer ini dirasa sangat masuk akal mengingat masa depan sang penyerang di Old Trafford yang masih diselimuti ketidakpastian setelah kembali dari masa peminjaman. Menurut O'Hara, kehadiran manajer anyar Spurs, Roberto De Zerbi, akan menjadi kunci utama yang mampu membangkitkan kembali performa terbaik penyerang tim nasional Inggris tersebut di atas lapangan hijau.

Roberto De Zerbi Dianggap sebagai Sosok Man-Manager Sempurna

O'Hara sangat meyakini bahwa karakter kepelatihan Roberto De Zerbi sangat cocok untuk menangani pemain yang membutuhkan pendekatan personal khusus seperti Rashford. Manajer asal Italia tersebut dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa untuk mengangkat mental bertanding anak asuhnya yang sedang menurun.

“Saya pikir De Zerbi adalah man-manager yang sempurna untuk orang seperti Rashford,” ujar O'Hara. “Dia adalah manajer yang akan mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirinya. Saya pikir dia akan menjadi perekrutan yang bagus untuk kami. Mungkin dia tidak ingin bergabung dengan Tottenham, atau mungkin dia sedang mencari opsi lain. Namun, sektor sayap kiri adalah sesuatu yang masih harus kami benahi.”

Lebih lanjut, O'Hara mengaitkan nama Rashford dengan pernyataan De Zerbi sebelumnya yang sempat membocorkan rencana klub untuk mendatangkan rekrutan bomba atau kejutan besar di sisa bursa transfer. Dengan dana melimpah yang dimiliki klub setelah belanja besar-besaran musim panas ini, manajemen Spurs didorong untuk segera merealisasikan transfer besar tersebut sebelum tenggat waktu berakhir.

Perbandingan dengan Opsi Lain dan Masalah Gaji Tinggi

Meskipun lini serang Tottenham dikaitkan dengan nama-nama tenar lain seperti Savinho dari Manchester City dan Cody Gakpo dari Liverpool, O'Hara menilai kualitas Rashford masih berada di atas rata-rata jika ia bermain dengan motivasi penuh. Ia mempertanyakan keheningan Spurs yang sejauh ini belum menunjukkan ketertarikan nyata kepada bintang Manchester United tersebut.

“Saya menyukai Savinho, tetapi performanya belum benar-benar bersinar di Manchester City. Saya juga menyukai Gakpo, namun masalahnya dia mungkin membutuhkan empat atau lima peluang untuk mencetak satu gol,” jelas O'Hara. Ia menambahkan bahwa Rashford adalah pemain luar biasa yang memiliki pembuktian besar setelah mencetak 14 gol dan 14 asis saat membantu Barcelona menjuarai LaLiga musim lalu.

Kendala utama dari potensi transfer ini diakui berada pada sektor finansial, mengingat Rashford saat ini mengantongi gaji sebesar 350 ribu poundsterling per pekan di United. Angka tersebut berpotensi melampaui struktur gaji yang diterapkan manajemen Spurs, namun O'Hara menilai pengeluaran besar tersebut akan sangat sebanding dengan dampak instan yang diberikan oleh sang pemain di lapangan.

Kekhawatiran Terhadap Rencana Penjualan Djed Spence

Selain membahas sektor penyerangan, O'Hara juga menyoroti potensi kepergian bek kanan Djed Spence yang dilaporkan tengah mendekati kesepakatan transfer senilai 30 juta poundsterling ke Inter Milan. Kehilangan Spence dinilai akan meninggalkan lubang besar di lini belakang, menyisakan Pedro Porro sebagai satu-satunya bek kanan murni yang berpengalaman di skuad utama.

“Saya sebenarnya akan kecewa jika membiarkannya pergi. Dia bisa bermain di berbagai posisi, baik bek kiri, bek kanan, maupun sayap,” ungkap O'Hara penuh kekhawatiran. Ia menambahkan bahwa Spurs tidak boleh memaksakan pemain muda seperti Archie Gray untuk langsung mengemban peran tersebut karena ia harus fokus berkembang sebagai gelandang tengah sesuai rencana awal perekrutannya.

Jurnalis senior Sky Sports News, Lyall Thomas, menambahkan bahwa jika Spence benar-benar hengkang ke Serie A, Tottenham wajib mencari bek kanan baru yang berusia lebih muda sebagai proyek jangka panjang. Sosok anyar tersebut nantinya bisa belajar banyak dari Porro yang dinilai memiliki ketahanan fisik luar biasa tanpa riwayat cedera yang mengkhawatirkan sepanjang kariernya.