Konten dari Pengguna

Jude Bellingham Jadi Pembeda Saat Inggris Taklukkan Panama

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supersub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inggris sukses mengamankan posisi puncak Grup L Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Panama dengan skor 2-0 di New Jersey. Jude Bellingham kembali menjadi aktor utama dengan mencatatkan gol pembuka sekaligus memberikan assist untuk gol Harry Kane, meski di sisi lain, pelatih Thomas Tuchel harus menghadapi catatan performa kurang memuaskan dari beberapa pemain pelapisnya.

Performa Gemilang Bellingham dan Kane

Jude Bellingham menjadi sosok paling menonjol dalam pertandingan ini dengan kontribusi yang sangat krusial bagi lini serang The Three Lions. Setelah sempat diragukan posisinya sebelum turnamen dimulai, Bellingham kini membuktikan diri sebagai pemain pertama yang harus ada di dalam daftar susunan pemain Tuchel. Selain mencetak gol, ia menjadi motor penggerak serangan Inggris yang sempat kesulitan menembus blok rendah Panama.

Harry Kane juga menunjukkan kelasnya dengan memanfaatkan umpan matang dari Bellingham untuk menggandakan keunggulan. Meski tim secara keseluruhan tampil kurang stabil, efektivitas duet ini menjadi modal berharga bagi Inggris memasuki fase gugur. Tuchel sendiri tetap optimistis dengan masa depan timnya dan sempat menyatakan, “Semakin besar pertandingannya, semakin besar pula Inggris akan tampil.”

Masalah di Lini Belakang dan Pemain Pelapis

Di balik kemenangan tersebut, Thomas Tuchel masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat, terutama di posisi bek kanan setelah Reece James mengalami cedera hamstring. Jarell Quansah yang ditugaskan menggantikan peran tersebut tampil di bawah standar dan kesulitan mengawal sisi kanan pertahanan sepanjang laga sebelum akhirnya ditarik keluar akibat cedera engkel.

Selain Quansah, Morgan Rogers yang dipercaya mengisi peran nomor 10 juga gagal memanfaatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Lini belakang Inggris sempat terlihat gugup di babak pertama, dengan duet Ezri Konsa dan Marc Guehi yang beberapa kali membiarkan Panama melancarkan serangan balik berbahaya. Meski akhirnya mampu menjaga gawang tetap bersih, konsistensi pertahanan menjadi catatan evaluasi penting bagi Tuchel sebelum menatap babak 16 besar.