Manchester City Resmi Rekrut Ayyoub Bouaddi Pecahkan Rekor Transfer Remaja

Manchester City resmi mengamankan tanda tangan gelandang muda berbakat, Ayyoub Bouaddi, dari klub Prancis, Lille. Langkah agresif The Citizens di bursa transfer ini tidak tanggung-tanggung, dengan menebus sang pemain lewat kesepakatan bernilai total 86 juta poundsterling demi memperkuat lini tengah mereka yang sedang mengalami masa transisi.
Pemain berusia 18 tahun tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun hingga musim panas 2031. Kehadiran Bouaddi di Etihad Stadium sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai rekrutan remaja termahal sepanjang sejarah Premier League, melampaui rekor transfer yang sebelumnya dipegang oleh kompatriotnya saat meninggalkan Lille.
Detail Nilai Transfer Fantastis dan Pemecahan Rekor
Demi mendaratkan talenta muda asal Maroko ini, manajemen Manchester City bersedia membayar biaya tetap sebesar 81,3 juta poundsterling. Nilai tersebut masih berpotensi bertambah sebesar 4,3 juta poundsterling dalam bentuk bonus atau add-ons, sehingga akumulasi total investasi City untuk Bouaddi mencapai angka fantastis 86 juta poundsterling. Nilai ini menjadi bukti nyata bahwa Lille berhasil mempertahankan harga pasar tinggi yang mereka tetapkan sejak awal negosiasi.
Nilai transfer ini secara resmi melampaui rekor transfer remaja Premier League sebelumnya yang dicatatkan saat Manchester United mendatangkan Leny Yoro dari Lille pada tahun 2024 dengan biaya 58,9 juta poundsterling. Langkah berani City ini dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk membangun ulang sektor gelandang setelah kepergian pilar penting seperti Rodri, Bernardo Silva, dan Tijjani Reijnders.
Peran Strategis sebagai Suksesor Lini Tengah
Bergabung dengan juara bertahan Premier League membuat Bouaddi sangat antusias, terutama dengan kesempatan bekerja di bawah asuhan manajer Enzo Maresca. Dalam wawancara resminya, Bouaddi mengindikasikan bahwa dirinya akan diplot untuk mengisi peran vital sebagai gelandang bertahan atau pemain nomor enam (number six). Posisi ini krusial untuk menjaga keseimbangan transisi permainan City.
“Saya adalah pemain yang bermain untuk tim, seorang pemain yang sangat kolektif,” ujar Bouaddi saat menjelaskan gaya bermainnya. “Saya mencoba menempatkan rekan satu tim saya di posisi terbaik dan memberikan segalanya setiap saat. Aspek terpenting adalah mencoba menyeimbangkan tim dan membantu rekan-rekan Anda. Kita tahu sebagai pemain nomor enam bahwa Anda tidak akan mencetak 20 gol dalam satu musim, namun tugas Anda adalah menjaga keseimbangan tim.”
Kehadirannya diharapkan bisa mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan para pendahulunya. Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, memberikan pujian tinggi atas kapasitas taktis sang pemain yang dinilai sangat dewasa meskipun baru berusia 18 tahun. Viana meyakini kecerdasan taktis Bouaddi akan berkembang pesat di bawah bimbingan kepelatihan Maresca yang terkenal detail.
Sinar Terang dari Panggung Piala Dunia
Reputasi Bouaddi melonjak drastis setelah tampil memukau bersama tim nasional Maroko pada turnamen Piala Dunia teranyar. Penampilan tenangnya di lini tengah menarik perhatian dunia, khususnya saat ia mampu mendominasi pertarungan lini tengah melawan tim bertabur bintang seperti Brasil yang dihuni oleh pemain berpengalaman sekelas Casemiro dan Bruno Guimaraes.
Kemampuannya memenangi duel perebutan bola dan mendikte tempo permainan membuatnya menjadi salah satu komoditas paling panas di Eropa sebelum akhirnya dipinang Manchester City. Bouaddi sendiri menyadari bahwa kepindahannya ke Etihad merupakan lompatan karier yang masif. “Klub ini menuntut trofi dan saya akan memberikan segalanya untuk memastikan kami bersaing memperebutkan setiap gelar,” tegas gelandang muda tersebut.

