Pub Inggris Buka Hingga Subuh Demi Laga Piala Dunia Kontra Meksiko
Tulisan dari Supersub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah Inggris secara resmi memberikan izin bagi pub dan bar di seluruh Inggris dan Wales untuk beroperasi hingga pukul 05.00 pagi waktu setempat guna memfasilitasi pendukung yang ingin menyaksikan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Meksiko. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan atas peristiwa yang dianggap memiliki signifikansi nasional luar biasa, mengingat jadwal pertandingan yang berlangsung pada pukul 01.00 dini hari waktu Inggris.
Kebijakan Jam Operasional Khusus
Langkah ini diambil pemerintah melalui wewenang legislatif untuk memperpanjang jam lisensi penjualan alkohol. Kebijakan ini secara otomatis menghapus kebutuhan bagi setiap pemilik tempat usaha untuk mengajukan izin perpanjangan jam operasional secara individu. Keputusan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan ekonomi lokal saat para pendukung berkumpul untuk memberikan dukungan bagi tim nasional.
Perdana Menteri Keir Starmer menyambut baik keputusan tersebut dengan menyatakan: “Sepak bola mungkin akan segera pulang ke rumah, tetapi kami memastikan para penggemar tidak perlu pulang lebih awal. Pub yang tetap buka hingga peluit akhir berbunyi adalah kabar baik bagi suporter dan bagi tempat-tempat yang menyatukan komunitas kita. Seluruh negeri akan mendukung tim ini. Ayo Inggris!”
Polemik Sekolah dan Libur Nasional
Meskipun laga berlangsung dini hari, pemerintah menegaskan bahwa tidak akan ada penetapan hari libur nasional atau bank holiday tambahan. Situasi ini memicu perdebatan mengenai kehadiran siswa di sekolah pada hari Senin. Pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel, sebelumnya sempat menyarankan agar orang tua mengizinkan anak-anak mereka bolos sekolah demi menyaksikan pertandingan tersebut.
“Tuliskan surat izin untuk sekolah dan biarkan mereka menonton sepak bola. Masih banyak hari sekolah ke depannya, tetapi Piala Dunia hanya terjadi empat tahun sekali,” ujar Tuchel. Namun, Menteri Pendidikan Bridget Phillipson menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa menonton pertandingan bukan berarti anak-anak harus melewatkan sekolah dan keputusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan masing-masing keluarga.

