Start Lambat Manchester United Bikin Michael Carrick Mulai Tertekan

Manchester United harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Everton di Hill Dickinson Stadium. Meski menunjukkan beberapa sinyal positif dari performa individu pemainnya, hasil ini memperpanjang catatan minor Setan Merah yang baru mengemas empat poin dari tiga laga pembuka Liga Inggris musim ini.
Kegagalan mempertahankan keunggulan dua kali dalam pertandingan tersebut memicu sorotan tajam terhadap lini pertahanan mereka. Pelatih Michael Carrick kini dihadapkan pada tekanan besar untuk segera membenahi konsistensi tim sebelum memasuki jadwal padat, termasuk kompetisi Eropa dan laga bertajuk derby.
Evaluasi Michael Carrick dan Sorotan pada Lini Pertahanan
Hasil imbang melawan Everton terasa seperti sebuah kekalahan bagi armada Michael Carrick. Mantan gelandang legendaris itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah United gagal mengamankan poin penuh, terutama karena mereka sempat memimpin laga dua kali sebelum disamakan lewat gol Tyrique George dan Ainsley Maitland-Niles. Carrick mengakui bahwa kebobolan dua gol di setiap laga dari tiga pertandingan awal adalah tren buruk yang harus segera dihentikan.
“Rasanya seperti sebuah kekalahan,” kata Carrick seusai laga. Ia menambahkan, “Kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kami hanya membawa pulang satu poin, padahal kami merasa layak mendapatkan lebih dari itu. Kami jelas harus kebobolan lebih sedikit gol untuk memberi kami peluang lebih baik untuk memenangkan pertandingan.” Meski begitu, Carrick mencoba tetap optimistis dengan menyebut bahwa timnya hanya kurang beruntung menghadapi dua tembakan jarak jauh yang luar biasa dari pemain Everton.
Sisi Positif dan Kembalinya Ketajaman Benjamin Sesko
Di luar hasil akhir yang mengecewakan, Manchester United sebenarnya memperlihatkan beberapa perkembangan menjanjikan di atas lapangan. Striker muda Benjamin Sesko akhirnya mencetak gol pertamanya musim ini setelah sempat diganggu cedera tulang kering. Kehadiran Sesko memberikan dimensi baru di lini serang, ditunjang oleh performa apik Kobbie Mainoo di lini tengah dan ketangguhan mental kiper Senne Lammens di bawah mistar gawang.
Selain itu, kembalinya kemitraan dinamis antara Luke Shaw dan Marcus Rashford di sisi kiri penyerangan menjadi salah satu poin yang dipuji oleh Wayne Rooney. Mantan penyerang United tersebut menilai performa away Setan Merah kali ini sebenarnya jauh lebih terkontrol dibandingkan laga-laga sebelumnya. Dukungan tumpang-tindih dari Shaw memberikan ancaman nyata bagi lini belakang lawan, meskipun Rashford akhirnya harus ditarik keluar pada babak kedua akibat sedikit gangguan fisik yang diharapkan tidak serius.
Rotasi Skuad dan Jadwal Padat di Depan Mata
Ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad Setan Merah akan segera tersaji dalam kurun waktu 11 hari ke depan dengan total empat pertandingan. Carrick harus pintar memutar otak untuk merotasi pemainnya, terutama dengan keputusan klub yang tidak merekrut penyerang baru untuk melapis Sesko selama bursa transfer lalu. Hal ini membuat peran Joshua Zirkzee, yang tetap berada di bangku cadangan saat melawan Everton, kini menjadi tanda tanya besar terkait seberapa penting kontribusinya bagi tim ke depan.
Tantangan terdekat United adalah melakoni laga comeback mereka di Liga Champions melawan wakil Azerbaijan, Sabah FK, sebelum menghadapi rival sekota Manchester City. Ekspektasi tinggi publik Old Trafford tidak memberikan ruang bagi Carrick untuk sekadar bermain not that bad atau tidak terlalu buruk. Jika tidak segera bangkit dan meraih kemenangan meyakinkan, gelombang kritik dipastikan akan semakin kencang menerpa kubu Manchester United.

