Tamparan Keras Brentford Bikin Chelsea Terluka Parah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Chelsea Xabi Alonso. Foto: Matthew Childs/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Chelsea Xabi Alonso. Foto: Matthew Childs/REUTERS

Chelsea harus menerima kenyataan pahit setelah dihantam kekalahan telak tiga gol tanpa balas oleh Brentford di Gtech Community Stadium. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi skuad asuhan Xabi Alonso yang sempat menunjukkan perbaikan performa pertahanan di babak pertama sebelum akhirnya runtuh akibat kesalahan elementer dalam mengantisipasi situasi bola mati.

Bek muda Chelsea, Levi Colwill, mengakui bahwa hasil minor ini meninggalkan luka mendalam bagi timnya. Ketidakmampuan menjaga fokus setelah kebobolan gol pertama membuat The Blues kehilangan kendali permainan dan menjadi bulan-bulanan serangan balik cepat tuan rumah yang tampil sangat klinis di babak kedua.

Keruntuhan Konsentrasi di Babak Kedua

Pertahanan Chelsea yang awalnya tampil cukup solid dan tidak seacau laga-laga sebelumnya mendadak rapuh setelah jeda. Petaka dimulai pada menit ke-61 ketika koordinasi buruk dalam mengawal skema sepak pojok membuat Jaidon Anthony berdiri bebas tanpa kawalan di garis gawang untuk menyundul bola masuk.

Colwill mengungkapkan kekecewaannya atas proses terjadinya gol pembuka tersebut yang dinilai merusak momentum tim. Menurutnya, setelah tertinggal satu gol, para pemain Chelsea terlalu terburu-buru untuk menyamakan kedudukan sehingga mengabaikan struktur permainan taktis yang telah direncanakan sejak awal.

“Kebobolan dari situasi set-piece bukanlah hal yang baik, lalu kami mencoba menekan dan mungkin terlalu membuka pertahanan kami sendiri,” ujar Colwill mengevaluasi jalannya pertandingan. Ia menambahkan bahwa timnya memaksakan beberapa umpan yang tidak perlu dan bermain terlalu tergesa-gesa.

Kegagalan Mengendalikan Emosi dan Serangan Balik

Hasrat besar untuk segera menyamakan skor justru menjadi bumerang bagi Chelsea yang bermain tanpa ketenangan. Brentford yang jeli melihat celah di pertahanan lawan langsung menghukum tamunya lewat skema transisi cepat yang mematikan.

Pada menit ke-83, sebuah serangan balik cepat membuat Kevin Schade terlepas dan melepaskan tembakan yang sempat dihalau oleh Emiliano Martinez, namun Igor Thiago dengan sigap menyambar bola muntah untuk mencetak gol pertamanya musim ini. Penderitaan Chelsea semakin lengkap di masa injury time ketika pemain pengganti Fabio Carvalho mengonversi umpan silang Schade menjadi gol ketiga.

Colwill merasa timnya seharusnya bisa lebih tenang dan percaya pada proses permainan mereka daripada panik setelah tertinggal. “Saya merasa kami perlu santai dan tidak menekan terlalu keras untuk menyamakan kedudukan. Kami perlu percaya bahwa gol itu akan datang jika kami terus memainkan sepak bola kami,” sesalnya.

Lini Serang Tumpul Tanpa Kehadiran Joao Pedro

Absennya striker andalan Joao Pedro akibat cedera terbukti menjadi pukulan telak bagi produktivitas gol Chelsea yang biasanya sangat produktif. Peran Danny Welbeck yang diplot sebagai ujung tombak utama gagal merekatkan kerja sama taktis bersama Cole Palmer dan Morgan Rogers di lini depan.

Ketiganya tampil kurang padu dan jarang melakukan kombinasi berbahaya yang biasanya menjadi senjata andalan Chelsea dalam enam laga terakhir. Colwill menegaskan bahwa tanggung jawab mencetak gol dan menjaga pertahanan tidak boleh hanya dibebankan pada beberapa pemain saja, melainkan harus dipikul bersama sebagai sebuah tim utuh.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan tiga pemain depan untuk menyelamatkan kami dari bahaya,” tegas Colwill. Hasil buruk ini juga menempatkan Xabi Alonso dalam catatan rekor negatif Premier League, menjadikannya manajer keenam dalam sejarah kompetisi yang timnya kebobolan dua gol atau lebih dalam masing-masing dari lima laga pertamanya.