Xabi Alonso Soroti Hilangnya Kendali Chelsea Usai Dilibas Brentford

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chelsea harus bekerja keras di Liga Champions.
zoom-in-whitePerbesar
Chelsea harus bekerja keras di Liga Champions.

Chelsea kembali menelan hasil minor setelah takluk telak 3-0 dari Brentford dalam lanjutan kompetisi Premier League. Kekalahan memalukan ini memperpanjang tren negatif skuad asuhan Xabi Alonso yang kini belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di liga domestik.

Tiga gol kemenangan Brentford yang tercipta di babak kedua melalui Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fábio Carvalho mengekspos kelemahan fundamental Chelsea. Sang manajer secara terbuka mengakui timnya kehilangan kendali permainan dan gagal menjaga konsistensi kompetitif yang sangat dibutuhkan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Kehilangan Konsistensi dan Kegagalan Mengelola Pertandingan

Usai peluit panjang dibunyikan, Alonso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap game management yang diperagakan oleh anak asuhnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti bagaimana detail-detail kecil sering kali menjadi penentu dalam pertandingan seketat Premier League, dan Chelsea gagal mengantisipasi hal itu di paruh kedua laga.

“Saya harus katakan bahwa kami telah kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang sangat dibutuhkan di babak kedua,” ujar Alonso dalam sesi konferensi pers pascapertandingan. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus penuh selama 95 menit pertandingan agar tidak memberikan keuntungan instan bagi tim lawan.

Masalah Fisik dan Klaim Intimidasi dalam Bola Mati

Bek andalan sekaligus kapten Chelsea pada pertandingan itu, Levi Colwill, melontarkan kritik keras terhadap pertahanan timnya yang dinilai sangat rapuh. Colwill mengakui pertahanan The Blues kerap kali terintimidasi atau kalah berduel secara fisik ketika menghadapi situasi set piece atau bola mati dari lawan.

“Ini pertandingan yang sangat sulit. Kami mungkin terlalu mengekspos diri sendiri saat tertinggal satu gol, dan mereka menghukum kami melalui counter-attack yang sangat mereka kuasai,” ungkap Colwill. Ia juga menyatakan kekecewaannya karena tim tidak bisa terus-menerus bergantung pada lini serang untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Alonso sepakat dengan analisis kaptennya tersebut, menegaskan bahwa kelemahan Chelsea tidak hanya terbatas pada bola mati saja. Menurutnya, kegagalan memenangkan duel perebutan bola, skema bertahan yang buruk, hingga kesalahan dalam membangun serangan dari lini belakang (build up) menjadi akumulasi penyebab runtuhnya organisasi permainan mereka.

Kegembiraan Brentford dan Sinar Terang Kevin Schade

Di kubu berseberangan, asisten pelatih Brentford, Keith Andrews, menyambut kemenangan meyakinkan ini dengan penuh sukacita. Andrews memuji komitmen para pemainnya yang sukses meredam strategi lawan dan mampu mengeksploitasi setiap celah di lini pertahanan Chelsea secara klinis pada babak kedua.

Andrews juga memberikan apresiasi khusus kepada penyerang mereka, Kevin Schade, yang tampil luar biasa sepanjang laga sebagai mesin penekan pertahanan lawan. “Dia adalah pressing machine. Etos kerjanya sangat luar biasa, sesuatu yang wajib dimiliki bahkan oleh para pemain menyerang kami,” tutur Andrews bangga.