Konten dari Pengguna

Menginspirasi Tidak Harus Menjadi Duta

U

User Dinonaktifkan

(Live Chat)...087771025022..Anda dapat menghubungi layanan customer service 24 jam Garuda Indonesia..atau via WhatsApp 087771025022..hubungi untuk kendala dan pertanyaan anda.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari User Dinonaktifkan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Campaign Relawan Kakak Asuh Indonesia untuk Beasiswa Karya Kakak Asuh. Sumber Foto: Dokumen Pribadi Eka Yusrizal Maulasa
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Campaign Relawan Kakak Asuh Indonesia untuk Beasiswa Karya Kakak Asuh. Sumber Foto: Dokumen Pribadi Eka Yusrizal Maulasa

Dalam setiap sudut kehidupan, ada kisah-kisah inspiratif yang menunggu untuk diceritakan. Kita sering kali terjebak dalam anggapan bahwa hanya mereka yang berstatus resmi seperti duta atau pemimpin yang dapat mengubah dunia. Padahal, inspirasi sejati bisa datang dari siapa saja, di mana saja, dan dalam bentuk yang paling sederhana.

Salah satu contoh nyata adalah Eka Yusrizal Maulasa, sosok yang membuktikan bahwa tidak perlu gelar formal untuk menjadi sumber inspirasi bagi pemuda masa kini. Setiap tindakan kecil, setiap niat tulus untuk membantu sesama, dapat menjadi cahaya harapan yang menyinari kehidupan orang lain.

Dalam perjalanan ini, kita akan menjelajahi bagaimana individu-individu biasa, seperti Rizal, mampu menciptakan dampak yang luar biasa tanpa pengakuan resmi.

Kilas Balik Seorang Rizal

Pemuda berusia 22 tahun asal Bandung ini sudah memulai langkah kecilnya sejak duduk di bangku kelas 2 SMP. Dimulai dengan kepekaan terhadap masalah pendidikan di lingkungan sekitarnya.

Rizal membuat kegiatan pengajaran untuk anak-anak dan terus berkembang hingga berhasil melahirkan program besar bernama Capetang (Calon Pemimpin di Masa yang akan Datang) dan dua program besar lainnya.

Aktif mengadakan kegiatan sosial dan bergabung sebagai pengurus Forum Anak Daerah Kabupaten Bandung, dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja di sekolah, menjadikan Rizal sebagai sosok yang semangat mewujudkan citanya untuk menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekitar.

Berkat dedikasinya terhadap masyarakat Kabupaten Bandung, Rizal kemudian ditunjuk sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung dan Bupati Bandung pada masa itu, H. Dadang M. Naser.

Rizal terus mengembangkan program sosialnya dengan mengedepankan kolaborasi pentaholik sehingga semakin dikenal dan berdampak luas. Bahkan, program Capetang telah berkolaborasi dengan organisasi internasional seperti United Nations Heard Voices melalui pertemuan Global Voice Talks di Amerika Serikat.

International Campaign - The United Nations Heard Voices. Sumber Foto: Dokumen Pribadi Eka Yusrizal Maulasa

Tidak hanya itu, Rizal sering mengikuti kegiatan kerelawanan maupun menjadi sukarelawan mandiri salah satunya ketika terjadi bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur

Kiprahnya selalu menjadi sorotan terutama bagi pengguna media sosial. Label pemuda inspiratif yang diberikan kepada sosok Rizal membuat banyak remaja yang berlomba untuk mengikuti jejaknya, menjadi inspirator di kalangan masyarakat.

Tak sedikit di antara mereka yang menghubungi dan bertanya tentang bagaimana menjadi inspirasi, dan meminta Rizal untuk menjadi narasumber serta mentor pada kegiatan mereka.

Eka Yusrizal Maulasa meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi inspirator. Ia sering menyaksikan kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

Meski tampak sepele, tindakan-tindakan tersebut mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat. Menurutnya, setiap individu adalah sumber inspirasi. Banyak kebaikan yang dilakukan secara rutin, sering kali tanpa disadari, namun memiliki makna yang dalam.

Rizal mengamati bahwa banyak orang beranggapan sosok inspiratif hanya mereka yang memiliki jabatan tinggi, gelar, atau penghargaan bergengsi. Namun, ia berpendapat bahwa inspirasi sejati terletak pada keberadaan dan kehadiran kita dalam kehidupan orang lain.

"Mungkin aku mau menanggapi orang-orang yang menilai bahwa inspirator harus menjadi ketua atau duta dengan selempang dan banyak piala. Padahal, tidak selalu seperti itu." Ujarnya

Bagi Rizal, menjadi inspiratif berarti memberikan manfaat dan dampak positif, bukan sekadar mengumpulkan penghargaan. Dengan semangat ini, ia mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan secara konsisten, karena setiap tindakan kecil memiliki potensi untuk mengubah dunia di sekitar kita.

"Sosok inspiratif berbicara tentang kehadiran dan kebermanfaatan kita untuk masyarakat," tegasnya.

"Inspiratif itu adalah tentang dampak yang kita berikan, bukan tentang piala atau gelar. Intinya, siapa pun bisa menjadi sosok yang menginspirasi, tergantung seberapa sering kita melakukan kebaikan dan seberapa besar dampaknya." tutupnya

Menginspirasi tidak harus menjadi duta, cukup dengan keberanian untuk bertindak. Kita semua bisa menjadi agen perubahan yang menggerakan masyarakat menuju kebaikan. Mari kita temukan kekuatan dalam diri kita untuk menginspirasi dan membawa perubahan, tanpa harus menunggu izin dari siapapun.