Konten dari Pengguna

Melatih Peternak Mengolah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik Padat dan Cair

sutrisno abiarsyadi

sutrisno abiarsyadi

Saya dosen, pernah aktif sebagai konsultan pengembangan wilayah, pegiat pemberdayaan masyarakat, menyukai adventure, tertarik pada pengembangan ekonomi pedesaan, desa wisata dan pengelolaan limbah pertanian

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari sutrisno abiarsyadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun 2020, masyarakat pedukuhan Tegiri 2 Kalurahan Hargowilis Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo mendapat bantuan dari Dana Keistimewaan Propinsi DIY sebanyak 200 ekor kambing beserta bangunan kandangnya. Ternak kambing ini merupakan hibah yang akhirnya menjadi aset masyarakat pedukuhan Tegiri 2. Ternak ini dipelihara oleh beberapa orang petani/peternak di dusun tersebut dengan sistem bagi hasil. Sampai dengan tahun 2025, kondisi peternakan ini massih eksis dan mulai dirasakan manfaatnya baik oleh peternak melalui bagi hasilnya maupun pemanfaatan kotoran hewan sebagai pupuk di lahan pertanian.

Kotoran hewan (kohe) berupa feses maupun air kencing memang terlihat bercampur dan menumpuk dibawah kandang. Ada beberapa petani yang memanfaatkan untuk pupuk dan ada beberapa peternak yang menjual kotoran hewan tersebut pada tengkulak pengepul kohe. "Ada beberapa peternak yang menjual kohe-nya sebagai bahan pupuk, tetapi harganya sangat rendah, bahkan dibawah Rp 50,- per kg atau malah dijual 1 bak mobil pick-up hanya dihargai Rp 50.000 saja" demikian kata Yulianto selaku Kepala Dukuh Tegiri 2.

Bertolah dari kenyataan tersebut, salah seorang Dosen Fakultas Pertanian UMY (Universistas Muhammadiyah Yogyakarta), yaitu Sutrisno, SP, MP melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melatih peternak memanfaatkan kohe menjadi pupuk organik. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa UMY di Dusun Tegiri 2, dimana Sutrisno, SP, MP bertindak sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan ini didasarkan atas permintaan masyarakat pada saat observasi dalam merumuskan kegiatan KKN yang akan dilakukan.

Pemanfaatan kohe bisa dibuat menjadi pupuk organik yang lebih berkualitas dalam dua bentuk. Fesesnya dibuat pupuk organik padat (POP) dan air kencingnya dibuat menjadi pupuk organik cair (POC). Pada tahap awal, fokus pelatihan adalah membangun kesadaran dan pengetahuan petani bahwa kohe bisa dimanfaatkan menjadi pupuk yang berkualitas. Yang kedua agar petani memiliki ketrampilan untuk membuat pupuk organik baik padat maupun cair. "Yang terpenting adalah menjaga motivasi dan konsistensi peternak untuk memanfaatkan kohe yang semula hanya dibuang sia-sia menjadi barang yang lebih berguna, syukur memiliki nilai jual yang dapat meningkatkan pendapatan peternak" demikian kata Angga ketua kelompok KKN UMY di dusun Tegiri 2 periode Januari-Februari 2025.

Pelatihan Pemanfaatan Kohe (feses) menjadi POP
Pelatihan Pemanfaatan Air Kencing Kambing menjadi POC