Begini Cara Wuling Produksi 24 Model Mobil dalam Satu Lini

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

SAIC GM Wuling Automobile (SGMW) Co. Ltd. punya terobosan baru soal manufaktur kendaraan. Namanya Intelligent Island Manufacturing System (I2MS), berupa ‘gugusan pulau’ berbasis artificial intelligence (AI).

Bentuk efisiensi yang diunggulkan dari skema manufaktur I2MS terletak pada kemampuan produksi 24 model kendaraan berbeda secara bersamaan.

General President Liuzhou Saike Tech, Shi Guoyong menyebut bahwa perkembangan teknologi mendorong pelaku manufaktur untuk beradaptasi. Menciptakan aktivitas produksi yang lebih efektif dan efisien.

“Peningkatan teknologi dan revolusi industri sudah terjadi beberapa kali di dunia ini. Dan itu harus selalu bisa beradaptasi dan berubah mengikuti perkembangan,” buka Shi saat ditemui di Liuzhou, China, Rabu (1/7/2026).

Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Proyek pembangunan I2MS diawali pada 2012 dengan nilai investasi 1,1 miliar RMB di atas lahan seluas 3 juta meter persegi. Bertempat di Liuzhou, Guanxi, China.

Berbeda dengan assembly line pada umumnya yang bergerak linier mengikuti rel untuk melintasi pos-pos berbeda. I2MS bekerja menggunakan AI hingga 75 persen dan skema manufaktur fleksibel dalam menggerakkan kendaraan saat proses produksi.

Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Mengacu lembar fakta saat kumparan berkunjung ke sana, SGMW menjadi pabrikan mobil pertama dan satu-satunya di dunia sebagai National Pilot List for Pioneer-Level Smart Factories. Disertai penerapan model Excellence Operation AI (EOAI).

Sistem tersebut mencakup penelitian dan pengembangan, manufaktur fleksibel, hingga rantai pasok yang kokoh. Sehingga, SGMW sudah mengantongi 110 paten, 67 hak cipta perangkat lunak, serta berkontribusi dalam menyusun enam standar nasional dan standar industri di China.

Setelah mulai diterapkan, skema I2MS meningkatkan efisiensi manufaktur hingga 30 persen. Adapun tingkat efektivitas keseluruhan peralatan atau overall equipment effectiveness (OEE) tembus 98,82 persen.

Fasilitas produksi SAIC GM Wuling Automobile Co. Ltd. di Liuzhou, Guanxi, China. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Bukan cuma itu, siklus penelitian dan pengembangan produk juga bisa dipangkas sampai 43 persen lebih cepat.

Fasilitas ini terdiri dari 4 intelligent workshops, 78 intelligent islands, 2 intelligent warehouses, dan 637 robot operasional. Secara praktis, cukup berbeda dengan assembly line konvensional.