Menjelajah Jawa Timur Bersama Wuling Eksion PHEV: Bukan Sekadar SUV 7 Seater

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wuling Eksion PHEV Overland Jawa Timur. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Eksion PHEV Overland Jawa Timur. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Salah satu nilai jual utama dari plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tentu terletak pada daya tempuh yang panjang serta fleksibilitas daya. Tak terkecuali Wuling Eksion PHEV, yang kali ini kami ajak melintasi ragam lanskap dan destinasi menawan di Jawa Timur.

Wuling mengeklaim, saat bensin dan baterai terisi penuh, medium SUV ini mampu berkelana hingga lebih dari 1.000 kilometer. Lantas, apakah kami benar-benar tak perlu mampir ke SPBU sepanjang perjalanan?

Guna memaksimalkan klaim angka itu, kami bergabung dengan Brothers On Trip (BOT) East Java: Chasing The Sunrise untuk mengarungi jarak total 605 kilometer di Jawa Timur.

Namun, sebelum mengurai cerita perjalanan, ada beberapa hal dari Wuling Eksion PHEV yang perlu dibahas.

Mobil 7 Seater yang Gagah dan Menarik Perhatian

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: kumparan

Wuling Eksion PHEV mengusung bahasa desain Muscular Flowline Design. Perpaduan apik antara karakter gagah khas mobil SUV dan sentuhan modern yang elegan.

Wajah depannya dihiasi honeycomb grille yang menyiratkan kesan lebih agresif . Grill tersebut tersambung dengan X-Shaped LED headlamps berteknologi full LED.

Unit yang kami kendarai merupakan varian EX sebagai trim tertinggi, dibalut warna Archipelago Blue berpadu atap putih. Di mata kami, ini adalah skema warna paling pas, lantaran unik, atraktif, dan sukses mencuri perhatian di jalanan.

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: kumparan

Bergeser ke samping, tertanam pelek 18 inci two-tone dengan desain aerodinamis yang seolah mengalir searah putaran roda. Tak ketinggalan, over fender hitam membingkai sekujur bodi sebagai elemen wajib SUV masa kini.

Sektor buritan pun tampil proporsional dan sedap dipandang berkat X-Shaped LED tail lights. Bentuk lampu belakang ini terasa familiar, terasa dalam satu garis desain dengan lampu depannya.

Semua estetika tersebut dikemas dalam dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm. Proporsi yang tetap ramah untuk membelah kemacetan kota, tanpa mengorbankan kepraktisan saat perjalanan jauh.

Ruang Interaksi Perjalanan

Wuling Eksion. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Semangat overland makin paripurna saat menyadari Wuling Eksion PHEV sanggup memuat hingga tujuh orang. Formasi ini jelas jadi dambaan keluarga Indonesia, sebab fleksibel membawa seluruh anggota keluarga, sekaligus menyediakan ruang kargo ekstra lapang hingga 1.788 liter saat bangku baris ketiga dilipat.

Kenyamanan kabin pun digarap serius. Kesan lapang makin terasa berkat material premium yang membalut jok serta panel interior, disempurnakan oleh hadirnya panoramic sunroof.

Wuling Eksion. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Fitur pemanja perjalanan pun terbilang melimpah. Mulai dari ventilated seat di dua kursi depan, soundproof double glass, head unit 12,8 inci dengan smartphone interconnection, hingga smartphone wireless charger 50 W.

Selama perjalanan, mobil ini diisi tiga orang, dua di depan dan satu di baris kedua. Urusan ergonomi terbukti positif. Di posisi kemudi, pengaturan jok elektris 6-arah memudahkan pencarian posisi berkendara paling presisi.

Penumpang depan pun dimanjakan oleh 4-way electric adjustment. Sementara di baris kedua, ruang kaki dan kepala terbilang melimpah, makin lengkap dengan sudut rebah kursi yang bisa disesuaikan untuk selonjoran santai.

Tanjakan Terjal Hingga Sentuhan Dingin Semeru

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: Dok. BOT Overland

Titik awal perjalanan dimulai dari Hotel Mercure Malang. Kami bergerak menuju Bromo Hill Side untuk melepas lelah sejenak, sebelum berlanjut menembus kegelapan malam menuju kaki Gunung Semeru.

Etape pertama ini memberi ujian yang lumayan berat. Wuling Eksion PHEV dipaksa merayapi tanjakan terjal dengan tikungan patah beruntun, bahkan beberapa kali harus berhenti di tengah tanjakan.

Namun, pasokan torsi instan meluncur mulus ke roda tanpa jeda. Tak ada gejala kehabisan napas di jalan menanjak.

Di atas kertas, performanya memang menjanjikan. Mesin bensin 1.500 cc 4-silinder menyumbang tenaga 105 dk dan torsi 130 Nm, plus ada dorongan ekstra dari motor listrik berdaya 195 dk serta torsi puncak 230 Nm.

Hari pertama ditutup dengan beristirahat di kaki Semeru, bersiap menyapa sang surya esok pagi.

Wuling Eksion PHEV Overland Jawa Timur. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Hari berikutnya, jalur light offroad menyambut. Permukaan gravel, genangan bertanah gembur, hingga lintasan air kecil harus dilalui demi mencapai titik pandang terbaik.

Kinerja kaki-kakinya didukung racikan suspensi McPherson Strut di depan dan Multi-link Independent di belakang. Racikan ini menjaga kestabilan mobil meski melindas gravel. Karakter setirnya responsif dan presisi untuk ukuran medium SUV, memberikan rasa percaya diri saat melibas jalanan non-aspal.

Ground clearance setinggi 180 mm juga terbukti ampuh meminimalisir risiko bagian kolong terbentur jalan rusak.

Saat tiba di titik melihat sunrise, lelah dan rasa cemas melintasi rute tanah langsung terbayar tuntas. Meski langit tak sepenuhnya bersih, kemegahan puncak Mahameru yang diselimuti balutan awan tipis menjadi pemandangan yang menyemangati perjalanan selanjutnya.

Sensasi Ciamik di Jalur Lintas Selatan

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: Dok. BOT Overland

Usai menikmati magisnya Semeru, kemudi diarahkan menuju Pantai Pulau Merah. Rute inilah yang menjadi etape paling nikmat bersama Wuling Eksion PHEV.

Kami melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS), menyusuri garis pantai. Aspal mulus, lalu lintas senggang, dan pandangan yang luas disertai panorama bukit dan pantai menjadi paket komplet yang begitu memanjakan.

Tanpa ragu, mode Sport kami aktifkan. Respons pedal gas seketika menjadi lebih sensitif, menyalurkan tenaga secara instan saat butuh akselerasi cepat. Penting, karena banyak truk dengan muatan penuh di sepanjang jalur ini.

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: Dok. BOT Overland

Sebagai catatan, Wuling Eksion PHEV dibekali empat mode berkendara: Eco untuk efisiensi tinggi, Normal, Sport, dan Individual yang bisa disesuaikan dengan preferensi pengemudi.

Teknologi Ling Power Hybrid System milik Wuling juga menyediakan empat mode energi: EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel First.

Di sepanjang JLS, kami membiarkan mode Hybrid bekerja secara otomatis. Mesin bensin dan motor listrik bekerja secara paralel. Mesin bensin mengisi daya baterai sekaligus menyalurkan tenaga ke roda ketika dibutuhkan.

Sedikit gambaran ringkas tiap mode energi, mulai dari EV Max memaksimalkan energi listrik hingga daya baterai menyentuh level 12 persen. EV First bekerja mirip EV Max, namun mesin bensin siap menyala otomatis saat butuh akselerasi mendadak atau ketika baterai menyentuh level 25 persen.

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: Dok. BOT Overland

Mode Hybrid menggabungkan kedua sumber daya demi performa dan efisiensi optimal, sedangkan Fuel First memprioritaskan penggunaan mesin bensin, tetapi tetap menjaga efisiensi secara optimal. Mode Fuel First ideal dipakai ketika tempat tujuan kita minim infrastruktur pengisian baterai.

Menariknya, saat membelah rimbunnya hutan Taman Nasional Alas Purwo, kami sempat mengaktifkan mode EV Max. Seketika mesin bensin padam, menyisakan momen senyap tanpa getaran saat mobil melaju, seolah menyatu harmonis dengan keheningan alam. Dalam kondisi baterai penuh, mode EV ini sanggup membawa Eksion meluncur diam-diam hingga 125 kilometer.

Sebuah Catatan Perjalanan

Wuling Eksion PHEV overland Jawa Timur. Foto: Dok. BOT Overland

Dengan satu kali pengisian bahan bakar, kami berhasil menempuh 605 kilometer dan bahan bakarpun masih tersisa, ini membuktikan bahwa Wuling Eksion PHEV bukan sekadar SUV keluarga berteknologi elektrifikasi biasa. Karakternya baru benar-benar terasa lengkap saat diajak melakoni perjalanan jauh.

Mulai dari kombinasi efisiensi jantung pacu tangki BBM 52 liter yang membuat kami tidak melipir ke SPBU, hingga ketangguhannya menembus berbagai rute demi berburu panorama indah.

Sistem PHEV pada Wuling Eksion tak cuma ideal untuk perjalanan jarak jauh, melainkan juga sebagai jembatan transisi dari mobil bermesin konvensional menuju kendaraan listrik murni.

Kapasitas baterai 20,5 kWh dengan jarak tempuh EV mode sejauh 125 kilometer cukup memadai untuk mobilitas harian di perkotaan. Tapi, ketika hasrat untuk menjelajah datang, mesin bensinnya selalu siap menghapus kecemasan soal jarak tempuh penggerak listrik yang terbatas.