KKN ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Tiga Kelompok Siap Berdayakan Situ Gintung
Tulisan dari Syamsul Nurip Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang Selatan — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta Tahun Akademik 2026/2027 resmi dimulai di wilayah RW 08, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh keakraban dan dihadiri unsur kelurahan, pengurus RW dan RT, masyarakat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa KKN.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat sekaligus menjalankan salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pelaksanaan KKN di wilayah RW 08 secara khusus diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi kawasan Situ Gintung. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak bergerak sendiri, tetapi berkolaborasi dalam tiga kelompok KKN, yakni Kelompok 1 GINTARA, Kelompok 2 SINTESA, dan Kelompok 3 AKSANTRA.
Disambut Kelurahan dan Masyarakat RW 08
Pembukaan KKN menjadi momentum penting karena mahasiswa secara resmi diterima untuk melaksanakan kegiatan di lingkungan RW 08. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan dari perwakilan Kelurahan Cirendeu Bapak M. Lutfi, Ketua RW 08 Bapak Wakidi, para Ketua RT 01 hingga RT 04, serta masyarakat setempat.
Sambutan Ketua RW 08: Mahasiswa Diharapkan Membawa Manfaat
Dalam sambutannya, Ketua RW 08, Bapak Wakidi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN ITB Ahmad Dahlan Jakarta di lingkungan RW 08. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya membangun dan mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kebersamaan dengan warga.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di RW 08. Mudah-mudahan selama berada di sini dapat berbaur dengan masyarakat, menjalankan program dengan baik, dan yang paling penting memberikan manfaat bagi warga.”
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pengurus RT dan masyarakat agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Perwakilan Kelurahan Cirendeu: Bangun Sinergi dengan Masyarakat
Perwakilan Kelurahan Cirendeu, Bapak M. Lutfi, dalam sambutannya turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN di wilayah RW 08. Kehadiran mahasiswa dinilai dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah wilayah, dan masyarakat.
“Kami dari Kelurahan Cirendeu menyambut baik kegiatan KKN ini. Kami berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan pengurus wilayah, sehingga program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.”
Ia juga mengharapkan mahasiswa dapat menjaga komunikasi selama menjalankan kegiatan serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar, khususnya kawasan Situ Gintung.
DPL KKN: Jangan Hanya Menjalankan Program, Tetapi Belajar dari Masyarakat
Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Gusneli, S.E., M.Si dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran di luar kampus.
Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga harus mampu memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“KKN bukan hanya tentang bagaimana program kerja kita selesai, tetapi bagaimana kita bisa belajar dari masyarakat dan memberikan sesuatu yang bermanfaat. Karena itu, bangun komunikasi yang baik dan jadikan masyarakat sebagai mitra dalam setiap kegiatan.”
Pesan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalankan KKN dengan mengedepankan sikap terbuka, kolaboratif, dan bertanggung jawab.
Perwakilan Kelompok KKN: Hadir untuk Belajar dan Mengabdi
Sementara itu, perwakilan kelompok KKN menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan berbagai program yang telah dirancang di RW 08.
Kehadiran mahasiswa di wilayah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menggabungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat. Kami berharap apa yang kami lakukan selama KKN dapat memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat RW 08 dan kawasan Situ Gintung.”
Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan bahwa keberhasilan program KKN membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, mahasiswa membuka ruang kolaborasi dengan pengurus RW, RT, masyarakat, komunitas, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan Situ Gintung.
Dari Pembukaan Menuju Kerja Nyata
Pembukaan KKN di RW 08 menjadi titik awal dari rangkaian kegiatan yang akan dijalankan mahasiswa. Setelah kegiatan seremonial selesai, tantangan sesungguhnya justru dimulai.
Mahasiswa harus turun ke lapangan, mendengarkan masyarakat, melihat kondisi lingkungan, memetakan potensi, dan kemudian menerjemahkannya menjadi program yang dapat dilakukan bersama.
Situ Gintung memiliki potensi lingkungan, sosial, ekonomi, dan wisata yang dapat dikembangkan. Namun potensi tersebut membutuhkan pengelolaan dan kolaborasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Di sinilah keberadaan GINTARA, SINTESA, dan AKSANTRA menjadi penting.
Tiga kelompok dengan latar belakang dan program yang berbeda, tetapi membawa satu semangat yang sama: hadir, belajar, berkolaborasi, dan memberikan manfaat.
Pembukaan KKN di RW 08 menjadi awal dari proses tersebut.
Dari ruang pertemuan sederhana bersama warga, perjalanan pengabdian itu dimulai. GINTARA, SINTESA, dan AKSANTRA kini memiliki tugas yang sama: menjadikan KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi momentum untuk tumbuh bersama masyarakat dan ikut menjaga masa depan Situ Gintung.
Sebab pengabdian yang baik bukan tentang seberapa lama kita berada di tengah masyarakat, tetapi tentang seberapa berarti keberadaan kita ketika akhirnya harus meninggalkan mereka.

