Konten dari Pengguna

Tenang karena Membaca

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin kita sepakat, membaca membuat seseorang merasa damai, stabil, dan lepas dari kegaduhan hidup. Karena membaca bukan hanya memberikan kenyamanan tapi juga sebagai “ruang aman”. Pikiran jadi fokus pada satu hal. Masalah, tekanan, suara bising seolah mengecil. Membaca menciptakan rasa tenang dan terkendali.

Membaca pula yang mengajak kita masuk ke dunia lain. Buku selalu memberi pengalaman baru. Ketika tenggelam dalam cerita atau ilmu, kita merasa punya tempat sendiri yang nyaman. Gerakan mata, alur cerita, dan konsentrasi membuat pikiran lebih terarah. Membaca memberi efek meditasi ringan, punya ritme yang menenangkan.

Tenang karena merasa “mengerti”. Membaca sering memberi pemahaman. Saat kita mengerti sesuatu, rasa cemas biasanya berkurang. Saat membaca, kita menciptakan ketenangan dalam diri sendiri—seolah dunia ikut menjadi tenang. Maka jadilah tenang karena membaca.

Tenang karena membaca

Tenanglah di dunia, tidak usah gaduh apalagi berisik. Sebab dalam tenang, hati belajar menerima tanpa memaksa, melepaskan tanpa merasa kehilangan diri. Tenanglah, karena di dalamnya ada kedamaian. Selalu ikhlas pada jalan yang Allah SWT pilihkan. Tabah pada dunia yang tidak selalu sejalan dengan harapan. Tenang, sekalipun banyak manusia yang datang hanya untuk melempar kekecewaan.

Tetaplah tenang atau jadilah tenang. Sebab tenang, tidak ada lagi yang mampu meruntuhkan kita. Karena yang tenang, sandaran hidupnya bukan lagi pada dunia. Melainkan pada Allah SWT yang tidak pernah meninggalkannya. Tenang saat membaca sama persis tenangnya dunia. Salam literasi!