Konten dari Pengguna

Kenali Kanker Payudara dan Pentingnya Pemeriksaan SADARI

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Masayu Syarinta Adenina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Deteksi Dini Kanker Payudara Mengguanakan Pemeriksaan Payudara Sendiri. (Sumber : canva)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Deteksi Dini Kanker Payudara Mengguanakan Pemeriksaan Payudara Sendiri. (Sumber : canva)

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, insiden kanker payudara di Indonesia terus meningkat, membuat kesadaran akan pentingnya deteksi dini menjadi semakin penting. Salah satu metode sederhana namun efektif untuk deteksi dini adalah SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di dalam jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Kondisi ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak didiagnosis dan diobati dengan cepat. Faktor risiko kanker payudara termasuk faktor genetik, usia, gaya hidup, dan paparan hormon.

Meskipun kanker payudara paling sering menyerang wanita, pria juga bisa terkena, meskipun kasusnya lebih jarang. Oleh karena itu, edukasi terkait kanker payudara sangatlah penting, tidak hanya bagi wanita tetapi juga bagi pria.

Deteksi Dini dengan SADARI

SADARI adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap wanita untuk memantau kesehatan payudara. Dengan rutin melakukan SADARI, kita bisa mengenali perubahan yang terjadi pada payudara sejak dini, sehingga jika ada indikasi kanker, tindakan medis bisa segera dilakukan.

Langkah-langkah melakukan SADARI:

  1. Perhatikan payudara di depan cermin: Cari perubahan bentuk, ukuran, atau posisi payudara. Perhatikan juga perubahan pada kulit, seperti kemerahan atau kerutan.

  2. Periksa payudara dengan tangan: Gunakan tiga jari untuk meraba seluruh permukaan payudara, baik ketika berdiri atau berbaring. Lakukan gerakan melingkar, dari bagian luar menuju puting. Cari apakah ada benjolan atau tekstur yang tidak biasa.

  3. Periksa di area sekitar ketiak: Benjolan atau pembengkakan di ketiak juga bisa menjadi tanda kanker payudara.

  4. Perhatikan puting: Lihat apakah ada cairan yang keluar dari puting, terutama jika berwarna darah atau nanah.

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari setelah menstruasi, ketika payudara tidak dalam kondisi bengkak atau sensitif. Anda juga bisa menggunakan baby oil saat meraba payudara anda. Bagi wanita yang sudah menopause, SADARI bisa dilakukan setiap bulan pada hari yang sama. Deteksi menggunakan SADARI bisa dilakukan sejak usia 20 tahun.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Meskipun SADARI adalah langkah awal yang sangat penting, pemeriksaan klinis oleh dokter juga sangat diperlukan, terutama bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun. Dokter mungkin akan merekomendasikan mammografi, yaitu pemeriksaan menggunakan sinar X untuk mendeteksi adanya tumor yang tidak teraba dengan tangan.

Deteksi Dini Menyelamatkan Hidup

Kanker payudara yang terdeteksi dini memiliki peluang besar untuk disembuhkan. Inilah sebabnya mengapa langkah-langkah seperti SADARI sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Dengan meningkatkan kesadaran diri dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri, kita dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia.

Mari tingkatkan kesadaran diri, lakukan SADARI secara teratur, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika menemukan perubahan yang mencurigakan. Kanker payudara bukan akhir dari segalanya, dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, peluang untuk sembuh sangat besar.