Peran Penting Pendidikan Karakter dalam Perlindungan Anak

Mahasiswa Hukum Keluarga Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syauqy Ramzi Imron tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di era globalisasi yang penuh dengan rintangan dan kerumitan, menjaga keselamatan anak menjadi sebuah masalah penting yang memerlukan perhatian dan usaha bersama dari berbagai pihak. Di tengah maraknya kasus kekerasan, eksploitasi, dan pengabaian anak, pendidikan karakter muncul sebagai pilar utama dalam membangun generasi penerus yang kuat dan bermoral mulia..
Pendidikan karakter bukan hanya tentang menanamkan moral dan budi pekerti luhur, tapi juga mempersiapkan anak-anak dengan kemampuan penting untuk menjalani hidup. Melalui pendidikan karakter, anak-anak dibina untuk menjadi pemikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu bekerja sama. Selain itu, mereka juga diajarkan cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan yang bijak, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain.
Jika anak kurang mendapatkan asupan pendidikan karakter dari orang tua maupun guru di sekolah, hal ini menjadi persoalan penting yang tidak bisa dibilang sepele. Karena didikan anak dari kecil itu sangatlah berpengaruh agar diberikan pemahaman yang cukup mengenai etik dan nilai karakter anak tersebut. Jika anak tidak mendapatkan pendidikan dari kecil maka hal tersebut bisa berdampak besar ketika dia sudah cukup umur dalam artian cakap hukum. Yang dimana cakap hukum ialah seseorang untuk melakukan perbuatan hukum dan bertanggung jawab atas akibat hukumnya.
Apa akibat negatif yang timbul dari kurangnya pemahaman dan didikan anak mengenai nilai karakter di kemudian hari :
Pertumbuhan moral yang tertinggal, yang dimana anak tersebut yang tidak diajarkan tentang sifat-sifat baik seperti jujur, bertanggung jawab, dan disiplin, akan sulit menjadi orang yang baik. Hal ini bisa membuat mereka gagal dalam hidup, baik dalam hal pribadi, sekolah, maupun pekerjaan.
Lebih mudah terjerumus dalam perilaku negatif, anak yang tidak mengerti dan menghargai nilai-nilai yang baik, mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang sifatnya negatif seperti mencemooh teman, berperilaku nakal, tawuran, merokok, hingga memakai obat-obatan terlarang.
Menghadapi Tantangan Psikologis, akibat dari kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai karakter pada anak dapat berakibat pada munculnya masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres.
Oleh sebab itu mencegah agar tidak terjadinya dampak negatif dari hal-hal tersebut dengan menanamkan nilai moral dan etika sejak dini kepada anak untuk membentuk dasar perilaku yang baik dan interaksi positif dengan orang lain dan dibekali dengan nilai dan prinsip yang kuat cenderung lebih mampu menolak pengaruh negatif, seperti tekanan dari teman sebaya untuk terlibat dalam perilaku berisiko atau pergaulan yang tidak sehat.
Secara menyeluruh, pendidikan karakter membekali anak-anak dengan fondasi moral dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri dan berkontribusi pada lingkungan yang aman dan positif.
