Suhu Dingin Menyapa Pulau Jawa: Kenali Penyebab & Cara Menghadapinya

Seorang mahasiswaPendidikan Geografi yang memiliki minat dalam penulisan konten. Dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki, saya tertarik untuk memberikan pengetahuan mengenai dunia pendidikan, lingkungan, dan geografi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Tabita Devi Kurniawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apakah anda mulai merasakan suhu dingin di malam hingga pagi hari? Sedangkan akhir-akhir ini hujan mulai jarang turun. Bahkan, suhu dingin yang terjadi belakangan ini menyebabkan sebagian wilayah Indonesia membeku.
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa suhu dingin menyapa Pulau Jawa setiap musim kemarau? Sedangkan saat musim hujan, cuaca cenderung panas atau gerah. Apakah fenomena seperti ini wajar terjadi di iklim tropis seperti Indonesia? Mari kita cari tahu jawabannya!
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Musim kemarau di Indonesia
Sekitar bulan April hingga Oktober, Indonesia akan mengalami musim kemarau. Musim kemarau merupakan peristiwa tahunan dimana terjadi penurunan curah hujan pada suatu wilayah.
Datangnya musim kemarau ditandai dengan:
Terjadi penurunan curah hujan,
Langit dan cuaca cerah,
Jarang turun hujan tetapi muncul kabut , dan
Siang hari suhu menjadi panas dan suhu dingin pada malam hari.
Fenomena suhu dingin pada musim kemarau
Memasuki musim kemarau, kita akan merasakan suhu udara menjadi lebih dingin pada tengah malam hingga pagi hari. Udara juga terasa lebih sejuk dan seringkali disertai embun atau kabut.
Pada puncak musim kemarau yaitu antara bulan Juli hingga Agustus, Indonesia akan mengalami suhu terdingin. Fenomena suhu dingin ini sering disebut “bediding” oleh masyarakat Jawa. Pada musim ini, bunga kapuk randu sedang bermekaran dan merupakan musim kawin anjing.
Menurut BMKG, pada saat terjadinya fenomena bediding , suhu rata-rata wilayah Indonesia berada pada kisaran 21°C — 25°C. Sedangkan suhu terdingin bisa mencapai 16°C dan suhu tertinggi bisa mencapai 31°C.
Secara umum fenomena suhu dingin sangat terasa di beberapa wilayah dataran tinggi atau pegunungan di Pulau Jawa (Dieng, Bromo, Semeru), Pulau Sumatera (Bukit Tinggi), dan beberapa wilayah pegunungan di Papua. Dalam beberapa tahun ini, suhu dingin di beberapa dataran tinggi menyebabkan embun upas atau embun beku.
Seperti yang terjadi di Dieng, Jawa Tengah. Pada malam hari, suhu di kawasan ini bisa turun drastis sebesar 5°C -10°C, meski pada siang hari suhu akan kembali naik.
Sedangkan pada daerah dengan ketinggian lebih rendah, suhu dingin biasanya tidak terlalu signifikan pada musim kemarau. Namun suhu yang dingin membuat udara di malam hari lebih sejuk dibandingkan saat musim hujan.
Penyebab Suhu Dingin Saat Musim Kemarau
Sekitar bulan Juni sampai dengan September, bumi belahan utara akan mengalami musim panas. Sedangkan bumi belahan selatan akan mengalami musim dingin.
Udara akan bergerak dari tempat dengan tekanan udara tinggi menuju tempat yang miliki tekanan udara rendah. Pergerakan udara ini juga dipengaruhi oleh suhu udara.
Jika suhu udara tinggi, maka tekanan udaranya rendah. Sebaliknya, jika suhu udara rendah, maka tekanan udaranya tinggi.
Maka, pada musim kemarau, angin dari bumi bagian selatan (Australia) akan bergerak menuju bumi bagian utara (Asia). Udara dingin dari selatan inilah yang menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa merasakan suhu dingin atau bediding.
Dalam pergerakannya, angin muson timur ini hanya melewati laut sempit. Akibatnya angin tidak banyak membawa uap air, sehingga awan tidak terbentuk apalagi hujan.
Selain itu, dengan berkurangnya tutupan awan di langit, maka suhu udara di bumi pada siang hari akan terasa lebih hangat. Radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi lebih banyak karena hambatannya lebih kecil.
Sedangkan pada malam hari, suhu di permukaan bumi lebih cepat dingin. Udara panas yang diterima bumi pada siang hari, tidak dipantulkan kembali ke bumi. Angin muson timur yang dingin juga mendominasi sehingga suhu dingin dapat terjadi.
Dampak Suhu Dingin pada Musim Kemarau
Suhu dingin yang terjadi pada musim kemarau memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan di suatu lingkungan, terutama di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Suhu dingin menimbulkan efek seperti:
Potensi Wisata
Suhu dingin dapat meningkatkan potensi wisata khususnya di daerah dataran tinggi. Seperti fenomena munculnya embun beku di Dieng, Bromo, atau Kabupaten Semeru yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk menyaksikan dan mengabadikan fenomena winter di Indonesia.
Kesehatan
Perbedaan suhu yang tidak biasa antara dingin (malam) dan panas (siang) dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, atau flu.
Pertanian
Tanaman yang hidup di Indonesia atau daerah hangat dapat mengalami kerusakan atau pertumbuhan terhambat akibat suhu dingin. Embun beku yang terbentuk pada musim kemarau, dapat menjadi hama bagi tanaman dan menyebabkan tanaman sawi mengering.
Cara Menghadapi Suhu Dingin Saat Musim Kemarau
Untuk menghadapi suhu dingin, Anda perlu melakukan beberapa cara berikut ini:
Menjaga kehangatan tubuh: Menghadapi suhu dingin, pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan sesuai, menggunakan selimut atau syal saat istirahat, serta mengonsumsi makanan dan minuman hangat untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.
Perhatikan kesehatan Anda: Pastikan untuk menjaga kesehatan Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan istirahat yang cukup.
Adaptasi pertanian: Petani harus terus beradaptasi dalam merawat tanaman ketika suhu dingin melanda wilayah Indonesia, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pantau peringatan dini cuaca: Perhatikan informasi dan peringatan dini cuaca dari instansi setempat (BMKG, BNPB, BPBD, dan sejenisnya) terkait suhu dingin dan ikuti petunjuk yang diberikan.
Fenomena suhu dingin ini wajar terjadi di Indonesia karena berkaitan erat dengan cuaca dan pola iklim. Terjadinya fenomena ini juga dapat membawa dampak buruk dan baik bagi lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, agar dapat beradaptasi dengan baik.
Apa pendapat Anda tentang fenomena ini? Jangan lupa berbagi pengalaman menarik dan unik saat suhu sedang dingin!
