Di Rumah Lama Kotagede Kopi Diseduh Bersama Cerita yang Tak Terlihat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Talitha sahastika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari sebuah sudut kawasan Kotagede, Yogyakarta, berdiri sebuah rumah yang kini tak lagi sunyi. Dari luar, bangunannya tampak seperti rumah lama pada umumnya. Namun, begitu melangkah masuk, ruang ini menyimpan lebih dari sekadar meja, kursi, dan mesin kopi. Di sinilah kedai kopi Punk Ala Rich berdiri, sebuah kafe horor yang lahir dari cerita-cerita yang tidak selalu bisa dilihat.
Pada mulanya, rumah ini hanya dicari sebagai kantor roastery. Pengelola dan timnya membutuhkan tempat untuk mengembangkan usaha kopi yang sedang dirintis. Namun, karakter bangunan dan suasana lingkungan justru membuka kemungkinan lain yang tak perah direncanakan sebelumnya.
Konsep Horor yang Tumbuh Alami
Kotagede dikenal sebagai kawasan dengan jejak sejarah panjang. Rumah-Rumah tua, gang sempit, dan atmosfer kampung wisata membuat kawasan ini seolah menyimpan banyak cerita masa lalu. Di tengah lingkungan itu, rumah yang kini menjadi kedai kopi bernama Punk Ala Rich dianggap memiliki sisi yang berbeda.
"Tanpa disadari, rumah di depan lumayan bersejarah dan punya cerita di sisi horor. Itu yang kami kulik," ujar Arsya, salah satu barista kafe. Cerita-cerita yang tidak tertulis tersebut kemudian menjadi dasar lahirnya konsep kafe horor, bukan sebagai gimmick, melainkan sebagai respon terhadap ruang yang ditempati.
Berbeda dari banyak pelaku usaha yang memilih menutupi unsur mistis, Punk Ala Rich justru membukanya secara terang-terangan. Nama Punk Ala Rich sendiri merupakan pelesetan dari kata "penglaris". "Kalau pengusaha lain ditutup-tutupin, kita malah buka-bukaan sampai jadi nama kafe ini," ujarnya.
Kafe ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 22.30 WIB. Pada awalnya, tempat ini hanya menjadi ruang singga bagi pembeli biji kopi roastery. Namun, respons pengunjung yang datang silih berganti membuat kafe ini berkembang menjadi ruang publik yang lebih hidup.
Punk Ala Rich dikelola sebagai usaha bersama. Sekitar 14 orang terlibat dalam tim barista, media, dan bisnis. Tempat ini menjadi payung bagi setiap anggota untuk tumbuh dan berkembang bersama, bukan sekadar tempat bekerja.
Kopi dan Cerita yang Tak Tertulis
Selain menyajikan kopi dan menu yang unik, kafe ini juga menghadirkan cerita dari dunia gaib. Beberapa anggota tim dipercaya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Dari komunikasi tersebut, muncul kisah-kisah yang kemudian divisualisasikan.
Cerita tersebut tidak ditampilkan sebagai sensasi menakutkan, melainkan sebagai bagian dari narasi ruang. Setiap sosok yang digambarkan disebut memiliki kisah masing-masing, dengan nama dan identitas yang disamarkan.
Melalui kopi dan cerita yang tak terlihat, Punk Ala Rich menghadirkan pengalaman yang berbeda. Kafe ini menjadi ruang di mana pengunjung tidak hanya datang untuk minum kopi, tetapi juga untuk merasakan bagaimana sebuah ruang tetap hidup lewat cerita yang menyertainya.
