Ruang Privasi, Apa Itu?

Adalah seorang penuh ingin tahu terutama tentang keilmuan psikologi dan budaya. Saat ini bekerja sebagai karyawan di Id Photobook sambil bersekolah di jurusan psikologi universitas mercu buana.
Konten dari Pengguna
5 Oktober 2020 14:09
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari tambara boyak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ruang Privasi, Apa Itu? (57306)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Manusia mempersepsikan ruang di sekitarnya lengkap dengan isinya, tidak berdiri sendiri. Jika isi ruang itu adalah manusia lain maka orang langsung akan membuat suatu jarak tertentu antara dirinya sendiri dengan orang lain itu dan jarak itu sangat ditentukan oleh bagaimana kualitas hubungan antar orang itu.
ADVERTISEMENT
Ungkapan dalam kalimat sehari-hari dapat menunjukkan bagaimana sebenarnya kualitas hubungan antar manusia yang terjadi. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan sehari-hari jarak yang diperkenankan oleh seseorang terhadap orang (orang-orang) lainnya bergantung sekali pada bagaimana sikap dan pandangan orang yang bersangkutan terhadap orang (orang-orang) lainnya itu. Makin merasa akrab dia, makin dekatlah jarak yang diperkenankannya. Sebaliknya, lawan bicaranya itu juga bisa memperkirakan bagaimana sikap dan pandangan orang pertama itu terhadap dirinya dan cara si orang pertama itu menjaga jarak. Kalau reaksinya ketika didekati justru ia makin menjauhkan diri, itu berarti ia kurang suka kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, kalau reaksi waktu didekati malah makin memperdekat jarak, artinya orang itu bersedia untuk berhubungan akrab. Dengan kata lain, dalam psikologi lingkungan, jarak antar individu ini adalah juga sarana komunikasi.
ADVERTISEMENT
Sebagai sarana komunikasi antar individu inilah persepsi ruang seseorang dinamakan ruang personal (personal space). J.D Fisher mendefinisikan personal space sebagai suatu batas maya yang mengelilingi diri kita yang tidak boleh dilalui oleh orang lain.
Menurut Hall (1963), ada 4 macam jarak personal space, yaitu:
1. Jarak intim (0–18 inci/0–0,5 m), yaitu jarak untuk berhubungan seks, untuk saling merangkul antar kekasih, sahabat, atau anggota keluarga, atau untuk melakukan olahraga kontak fisik seperti gulat dan tinju.
2. Jarak personal (18 inci–4 kaki/0,5–1,3 m), yaitu jarak untuk percakapan antara dua sahabat atau antar orang yang sudah saling akrab.
3. Jarak sosial (4–12 kaki/1,3–4 m), yaitu untuk berhubungan yang bersifat formal seperti bisnis, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
4. Jarak publik (12–25 kaki/4–8,3 m), yaitu untuk hubungan yang lebih formal lagi seperti penceramah atau aktor dengan hadirinnya.
Satu penentu perbedaan jarak dalam personal space yang bergantung pada diri individu itu sendiri adalah jenis kelamin dari individu yang bersangkutan. Wanita maupun pria sama-sama membuat jarak dengan lawan bicara yang berlainan jenis kelaminnya. Sebaliknya dalam hal lawan bicaranya sesama jenis, wanita akan mengurangi jarak personal space-nya jika lawan bicaranya itu akrab. Semakin akrab semakin kecil jarak personal space-nya. Akan tetapi, pada laki-laki keakraban antar sesama jenis tidak berpengaruh pada personal space. Dengan kata lain, pada laki-laki jarak itu akan sama saja, terlepas daripada kadar keakraban hubungan antar orang yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya dibuktikan juga bahwa tipe kepribadian itu sendiri berpengaruh pada personal space seseorang. Duke dan Nowicki menyatakan bahwa orang dengan tipe kepribadian eksternal memerlukan jarak personal space yang lebih besar dibandingkan orang bertipe internal.

Hubungan antara ruang personal dengan lingkungan

Hubungan antara Ruang Personal dengan lingkungan adalah di mana ruang personal ini berkaitan dengan batas-batas yang ada di sekeliling orang di mana jika batas ini terganggu atau ada ketidaknyaman dalam diri seseorang akan mengakibatkan lingkungan yang berada di sekitarnya pasti terganggu. Dari penjabaran di atas tentunya dapat disimpulkan bahwa privasi, teknik teritorial, dan ruang personal sangat erat kaitannya dengan lingkungan sekitar, dan dapat pula menyebabkan ketidakyamanan jika tidak digunakan dengan baik.
ADVERTISEMENT

Privasi (Privacy)

Privacy adalah keinginan atau kecenderungan pada diri seseorang untuk tidak diganggu kesendiriannya. Jika kita meminjam istilah psikoanalisis, privacy berarti dorongan untuk melindungi ego seseorang dari gangguan yang tidak dikehendakinya.
Holahan pernah membuat alat untuk mengukur kadar dan mengetahui jenis-jenis privacy (privacy preference scale) dan ia mendapatkan bahwa ada 6 jenis dalam privacy yang terbagi dalam dua golongan.
1. Golongan pertama adalah keinginan untuk tidak diganggu secara fisik. Golongan ini terwujud dalam tingkah laku menarik diri (withdrawal) yang terdiri atas 3 jenis:
a. Keinginan untuk menyendiri (solitude).
b. Keinginan untuk menjauh dari pandangan dan gangguan suara tetangga atau kebisingan lalu lintas (seclusion).
c. Keinginan untuk intim (intimacy) dengan orang-orang (misalnya dengan keluarga) atau orang tertentu saja (misalnya dengan pacar), tetapi jauh dari semua orang lainnya.
ADVERTISEMENT
2. Golongan kedua adalah keinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu (control of information). Tiga jenis privacy yang termasuk dalam golongan ini adalah:
a. Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anonimity);
b. Keinginan untuk tidak mengungkapkan diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve); dan
c. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring).
Privacy jberfungsi mengembangkan identitas pribadi, yaitu mengenal diri sendiri dan menilai diri sendiri. Jika privacy ini terganggu, apalagi secara terus-menerus, akan terjadi proses ketelanjangan sosial, yaitu merasa semua orang tahu tentang rahasia diri sendiri sehingga timbul rasa malu menghadapi orang lain.

Hubungan antara Privasi dengan Lingkungan

Berikut akan dijelaskan tentang Privasi ternyata berpengaruh terhadap situasi lingkungan, di mana ketika ada seseorang yang memiliki tingkat privasi yang tinggi terhadap masalah yang sedang ia alami maka, orang tersebut cenderung ingin memisahkan diri dari lingkungannya dan cenderung, mencari tempat di mana ia bisa menyendiri. Tentunya lingkungan sekitarnya pun akan mengalami perubahan, perubahan terjadi yang paling mencolok adalah keluarganya. Keluarga pasti bertanya-tanya dengan masalah apa yang sedang dialami, tetapi ia tertutup dengan masalahnya. Lain halnya dengan seseorang yang memiliki privasi yang rendah terhadap masalah yang ia alami maka, orang tersebut cenderung mau berbagi terhadap orang dekatnya, baik keluarga ataupun teman-temannya, sehingga lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanannya tau keadaan orang tersebut. Tapi, privasi yang tinggi dan rendah memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam penilaian hubungannya dengan lingkungan.
ADVERTISEMENT

Teritorialitas (Territoriality)

Hal yang erat hubungannya dengan privacy dan personal space adalah territoriality (teritorialitas). Sama dengan personal space, teritorialitas adalah juga perwujudan ego yang tidak ingin diganggu. Dengan kata lain perwujudan privacy.
Teritori berarti wilayah atau daerah dan teritorialitas adalah wilayah yang dianggap sudah menjadi hak seseorang. Kamar tidur di rumah adalah teritori penghuninya. Teritorialitas adalah suatu pola tingkah laku yang ada hubungannya dengan kepemilikan atau hak seseorang atau sekelompok orang atas sebuah tempat atau suatu lokasi geografis. Pola tingkah laku ini mencakup personalisasi dan pertahanan terhadap gangguan dari luar.
Menurut Ley dan Cibriwsky (1976), kecenderungan agresivitas teritorial pada manusia memang lebih besar daripada hewan. Kecenderungan itu akan menjadi paling besar pada situasi-situasi di mana batas-batas teritori tidak jelas atau bisa dipermasalahkan. Itulah sebabnya perkelahian antar gang anak remaja di kota-kota besar lebih sering terjadi jika wilayah kekuasaan mereka tidak jelas. Sebaliknya, jika batas teritori itu jelas dan disepakati oleh semua pihak terkait maka agresivitas atau konflik teritorial akan jauh lebih sedikit.
ADVERTISEMENT
Jika tingkah laku teritorialitas pada manusia berintikan pada privacy maka tingkah laku teritorialitas pada hewan mempunyai dasar yang agak berbeda. Fungsi teritorialitas pada hewan menurut Fisher adalah untuk survival, yaitu dorongan untuk mempertahankan hidup dan mempertahankan jenis. Tingkah laku teritorialitas hewan ini, antara lain membuat atau mendiami tempat hunian, menyimpan bahan makanan di tempat tertentu, mencari atau mengumpulkan makanan dari suatu area tertentu, dan melindungi anak-anak hewan dari serangan binatang atau makhluk lain. Oleh K. Lorenz (1976), dorongan yang mendasari tingkah laku teritori pada hewan ini dinamakan naluri teritori.
Dengan demikian, teritorialitas pada manusia mempunyai fungsi lebih tinggi daripada sekadar fungsi survival. Namun, pada manusia pu teritorialitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perwujudan privacy saja. Lebih jauh lagi teritorialitas juga mempunyai fungsi sosial dan komunikasi, sama halnya dengan personal space. Fungsi sosial dari teritorialitas misalnya nampak dalam pertemuan-pertemuan resmi di mana sudah ditentukan tempat duduk setiap orang sesuai dengan kedudukan, pangkat, dan jabatan masing-masing. Seorang pegawai biasa tidak akan berani duduk di barisan paling depan walaupun tempat itu kosong karena bapak-bapak pejabat belum hadir. Begitu juga seorang anak tidak akan berani duduk di kursi ayah di meja makan karena kursi itu dianggap melambangkan status kepala keluarga di rumah. Oleh karena itu, teritorialitas juga mencerminkan lapisan-lapisan kelas sosial dalam masyarakat.
ADVERTISEMENT
Sebagai media komunikasi, sama halnya dengan personal space, teritori juga terbagi dalam beberapa golongan. Penggolongan yang diajukan oleh Altman adalah sebagai berikut:
1. Teritori primer, yaitu tempat-tempat yang sangat pribadi sifatnya hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang sudah sangat akrab hubungannya atau yang sudah mendapat izin khusus. Misalnya rumah dan ruangan kantor.
2. Teritori sekunder, yaitu tempat-tempat yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang yang sudah cukup saling mengenal. Misalnya, ruang kelas, kantin khusus di kantor, dan ruang latihan untuk suatu klub olahraga atau kesenian.
3. Teritori publik, yaitu tempat-tempat terbuka untuk umum, di mana pada prinsipnya setiap orang diperkenankan untuk berada di tempat itu. Misalnya, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, dan ruang sidang pengadilan yang dinyatakan terbuka untuk umum.
ADVERTISEMENT
Hubungan antara Teritorialitas dengan Lingkungan
Hubungan antara Teknik Teritorial dengan lingkungan di mana territorial terbagi atas 3 bagian : territorial primer, sekunder, dan umum. Primer contohnya adalah ruang kerja, ruang tidur, di mana jika seseorang memiliki ruang kerja yang tidak teratur, maka juga dapat mengakibatkan ketidaknyamanan di lingkungan sekitarnya walaupun tingkat ketidaknyamanannya tidak terlalu tinggi, territorial sekunder contohnya, toilet yang sifatnya semi public di mana daerah tersebut sering dikunjungi oleh banyak orang apabila keadaan toilet tidak bersih, juga akan mengakibatkan lingkungan masyarakat merasa tidak nyaman. Territorial umum contohnya adalah antrean karcis yang jika tidak antre atau tidak menaati tata tertib pembelian karcis maka, akan mengakibatkan perselisihan yang dapat menimbulkan lingkungan masyarakat terganggu.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020