Hotman Paris Minta Maaf soal Ucapan 'Lu Punya Otak Gak' ke Wartawan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Advokat Hotman Paris meminta maaf soal ucapannya 'lu punya otak, gak sih?' kepada wartawan. Pernyataan itu disampaikan Hotman Paris saat menggelar konferensi pers di Kejaksaan Agung pekan lalu.

"Pernyataan maaf dari saya Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, 'Lu punya otak enggak sih?'," kata Hotman Paris dikutip dari akun Instagram-nya, Senin (20/7).

Hotman Paris merupakan pengacara dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Konferensi pers dilakukan menyikapi soal kasus dugaan korupsi penanganan hukum perkara ASABRI dan pencucian uang yang menjerat Febrie sebagai tersangka.

Pada saat itu, Hotman mengaku emosi karena diberondong pertanyaan yang bukan kapasitasnya untuk menjawab. Meski demikian, Hotman tetap menyatakan permintaan maaf kepada wartawan.

instagram embed

Berikut pernyataan lengkap dari Hotman Paris:

Pernyataan maaf dari saya Hotman Paris, sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, "Lu punya otak enggak sih?"

Namun perlu saya jelaskan, yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya, tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu.

Fakta kejadiannya adalah wartawan pertama bertanya kepada saya, apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi, saya jawab saya tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu. Belum selesai saya menjawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan.

Akhirnya saya emosi, karena saya sudah bolak-balik menjawab saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, "Kamu punya otak enggak sih?" Maksudnya saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Saya tidak mungkin untuk menjawab apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum.

Itu kira-kira kejadian sebenarnya. Tapi terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional, tetap saya menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia.

Karena selama ini juga saya sangat dekat kepada semua wartawan.

Sekali lagi, tidak ada niat apa pun, cuma karena diberondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab, tapi ditanya lagi, ditanya lagi, sehingga saya menjadi emosional.

Sekali lagi, sekali lagi, saya menyatakan minta maaf.

Sekian dan terima kasih.