Kapolda Metro Minta Kampung Bahari Ditata Agar Tak Jadi Sarang Bandar Narkoba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana usai penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana usai penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara dan sejumlah pemangku kepentingan untuk menata Kampung Bahari, Jakarta Utara, agar tidak kembali menjadi tempat peredaran narkoba.

Penataan diminta dilakukan setelah polisi menggelar penggerebekan narkoba di kawasan tersebut pada Minggu (1/11). Menurut Dadang, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui operasi kepolisian, tetapi juga harus diikuti pembenahan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.

“Ke depan, saya sudah berbicara dengan Pak Wali supaya pemerintah, dua-duanya melakukan penataan. Ya penataan yang baik. Penataan yang baik, lingkungan sosial ditata, masyarakatnya ditata, dibangun, ketahanan sosialnya terhadap pengaruh narkoba. Itu yang paling penting,” kata Dadang usai penggerebekan di Kampung Bahari.

Kapolda Metro Irjen Pold Dadang Hartanto usai penggerebekan kampung Bahari di Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Ia mengatakan, polisi telah memetakan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba. Dalam penyisiran kali ini, petugas menemukan barang bukti narkoba, senjata, serta sejumlah data lain yang akan ditindaklanjuti.

Ia menyebut, sejumlah pelaku diduga melarikan diri saat operasi berlangsung. Namun, polisi telah mengetahui titik-titik yang menjadi lokasi aktivitas mereka.

Dadan juga menyoroti keberadaan lapak-lapak liar, tempat tinggal tidak resmi, serta lokasi yang diduga digunakan untuk mengonsumsi dan berpesta narkoba di kawasan tersebut.

Menurut dia, penataan harus dilakukan dengan memilah warga yang benar-benar bekerja mencari nafkah, seperti pemulung, dengan pihak yang diduga memanfaatkan aktivitas tersebut untuk menjalankan bisnis narkoba.

“Jadi kita tidak serta-merta ya, kita tata kelola dengan baik,” ujarnya.

Suasana usai penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Ia mengatakan, warga yang telah lama bekerja sebagai pemulung perlu diidentifikasi dan dibina. Sementara itu, rumah-rumah liar yang diduga ditempati pelaku narkoba perlu ditertibkan agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas ilegal.

Dadang menegaskan, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Sebab, kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk menangani seluruh persoalan sosial dan tata kelola permukiman.

“Saya harapkan nanti para stakeholder ini bersungguh-sungguh menyelesaikan permasalahan ini, tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian,” katanya.

Penggerebekan Kampung Bahari melibatkan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob.

Suasana usai penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, sebanyak 27 orang diamankan dalam operasi tersebut. Petugas juga menyita sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata api, senjata tajam, alat isap, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba.

Polisi menyatakan akan melanjutkan operasi dan mengejar bandar narkoba yang terlibat. Lapak-lapak yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba juga akan dibongkar agar tidak kembali dimanfaatkan.