Kondisi Pasien Pertama Hantavirus di Prancis Terus Memburuk
·waktu baca 3 menit

Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengkonfirmasi bahwa salah satu dari lima penumpang Prancis yang dipulangkan ke negaranya dari kapal pesiar MV Hondius, dinyatakan positif hantavirus setelah menunjukkan gejala pada hari Minggu.
MV Hondius merupakan kapal pesiar berbendara Belanda yang berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Kapal ini jadi pusat wabah Andes virus, jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Latin, dan bisa menular antarmanusia.
Sayangnya, kondisinya memburuk dalam semalam.
- Stéphanie Rist, Menteri Kesehatan Prancis -
Tidak ada vaksin atau obat khusus untuk hantavirus Andes. Tim medis melakukan pengawasan dan perawatan intensif terhadap pasien tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan karantina selama 42 hari dan "pemantauan aktif," termasuk pemeriksaan harian untuk gejala, seperti demam.
4 Penumpang Prancis Lainnya Negatif
Empat penumpang Prancis lainnya dinyatakan negatif, tetapi akan tetap dirawat di rumah sakit setidaknya selama dua minggu.
Petugas kesehatan telah mengidentifikasi 22 kasus kontak di Prancis –penumpang dalam dua penerbangan yang ditumpangi seorang wanita Belanda, yang kemudian meninggal karena virus tersebut: satu penerbangan antara St Helena dan Johannesburg, Afrika Selatan, dan satu lagi antara Johannesburg dan Amsterdam.
Mereka telah diminta untuk menghubungi otoritas kesehatan untuk menjalani isolasi. Sebuah dekrit yang diterbitkan pada hari Senin untuk mengatur protokol kesehatan "memungkinkan kita untuk memperketat isolasi ini," kata Rist.
Prancis Bersiap Hadapi Hantavirus
Dia menegaskan bahwa Prancis memiliki cukup masker bedah dan masker FFP, alat tes, dan obat-obatan untuk mengobati gejala hantavirus guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus.
“Saya jelas telah meminta inventarisasi untuk memastikan bahwa kita memiliki cukup persediaan,” katanya, tanpa memberikan angka spesifik, kepada radio France Inter pada Senin, 11 Mei 2026.
Para pejabat AS mengumumkan pada hari Minggu bahwa seorang warga Amerika yang meninggalkan kapal tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus.
Sebelumnya, terdapat delapan kasus dugaan penyakit hantavirus di kapal persiar MV Hondius. Enam di antaranya dikonfirmasi, dan tiga penumpang meninggal dunia.
Operasi repatriasi, atau pemulangan kembali orang-orang penumpang MV Hondius, yang berlangsung di Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu, 10 Mei 2026, menerbangkan 94 penumpang dan awak kapal dari 19 kewarganegaraan berbeda.
Dua penerbangan repatriasi berikutnya ke Australia dan Belanda direncanakan pada hari Senin untuk menyelesaikan evakuasi sebagian besar dari hampir 150 penumpang dan awak kapal.
Setelah mengisi bahan bakar, kapal MV Hondius dijadwalkan berangkat ke Belanda pada pukul 19.00 waktu setempat, dengan awak kapal yang minim.
Para pejabat kesehatan bersikeras bahwa risiko terhadap kesehatan masyarakat global rendah dan mengecilkan perbandingan dengan pandemi Covid-19 .
