Telkomsel Dorong Digitalisasi Logistik: Tawarkan AI - IoT, Bantu Operasional

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Telkomsel Enterprise bersama Supply Chain Indonesia (SCI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Connecting the Future of Indonesia’s Logistics Ecosystem” di Jakarta, 2 September 2026. Foto: Telkomsel
zoom-in-whitePerbesar
Telkomsel Enterprise bersama Supply Chain Indonesia (SCI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Connecting the Future of Indonesia’s Logistics Ecosystem” di Jakarta, 2 September 2026. Foto: Telkomsel

Telkomsel Enterprise menawarkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), internet of things (IoT), jaringan 5G, dan analitik data untuk membantu perusahaan logistik meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion bertajuk "Connecting the Future of Indonesia’s Logistics Ecosystem" yang digelar Telkomsel bersama Supply Chain Indonesia di Jakarta, 2 September 2026.

Forum tersebut mempertemukan sekitar 35 pimpinan perusahaan logistik nasional, BPI Danantara, dan Pos Indonesia. Para peserta membahas kebutuhan industri, arah kebijakan, serta pemanfaatan teknologi untuk membangun sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi.

Industri logistik Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti biaya operasional yang tinggi, sistem pelacakan yang terfragmentasi, koordinasi lapangan yang rumit, pengelolaan rute multimoda, dan kebutuhan menjaga ketahanan rantai pasok.

Pertumbuhan perdagangan elektronik serta penataan perusahaan BUMN di sektor logistik turut menambah kebutuhan terhadap sistem operasional yang mampu menghubungkan armada, gudang, pusat distribusi, dan layanan pelanggan.

Telkomsel Enterprise bersama Supply Chain Indonesia (SCI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Connecting the Future of Indonesia’s Logistics Ecosystem” di Jakarta, 2 September 2026. Foto: Telkomsel

VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, mengatakan transformasi digital perlu menghasilkan dampak yang dapat diukur oleh perusahaan.

"Transformasi digital harus terasa hasilnya bagi bisnis: keputusan lebih cepat, biaya lebih terkendali, operasi lebih aman, dan pelanggan lebih terlayani,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya.

Menurutnya, Telkomsel menggabungkan konektivitas, data, AI, IoT, keamanan siber, dan layanan digital lainnya berdasarkan kebutuhan setiap perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha memulai transformasi dari persoalan operasional yang paling mendesak.

Dalam forum tersebut, Telkomsel Enterprise memperkenalkan beberapa solusi teknologi untuk industri logistik. Salah satunya IoT FleetSense yang dapat digunakan untuk mengelola armada dan memantau perilaku pengemudi.

Telkomsel juga memamerkan Push-to-Talk untuk mendukung koordinasi petugas di lapangan, CCTV berbasis AI untuk pengawasan dan respons insiden, serta SiteSense untuk membantu perusahaan menentukan lokasi bisnis yang optimal.

VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa. Foto: Telkomsel

Seluruh teknologi tersebut menjadi bagian dari portofolio Telkomsel Enterprise yang mencakup jaringan tetap dan bergerak, jaringan privat, komputasi awan dan edge, keamanan siber, managed services, analitik data, serta AI.

Telkomsel sebelumnya menerapkan konsep 5G Smart Warehouse bersama Huawei. Sistem tersebut mengintegrasikan jaringan 5G, kendaraan berpemandu otomatis, simulasi digital twin, dan CCTV berbasis AI.

Telkomsel mengeklaim penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan kinerja pengambilan barang sebesar 25 persen. Waktu persiapan juga berkurang dari empat jam menjadi tiga jam.

Selain itu, penggunaan material menjadi lebih optimal hingga 80 persen dan pemakaian kertas berkurang sebesar 40 persen.

FGD tersebut turut membahas rencana penataan BUMN logistik oleh BPI Danantara dan pengalaman transformasi bisnis Pos Indonesia. Telkomsel Enterprise dan Supply Chain Indonesia berharap kolaborasi lanjutan dapat mempertemukan kebutuhan perusahaan logistik dengan solusi serta mitra teknologi yang sesuai.