Benarkah Manusia Bisa Memiliki Lebih Dari Satu Kepribadian?

Kamu sudah pernah menonton film berjudul Split?
Film tersebut mengisahkan tentang seseorang yang berkepribadian ganda, diperankan dengan sangat apik oleh aktor James McAvoy. Bahkan, tak tanggung-tanggung, dalam film tersebut ia memiliki 24 kepribadian dalam dirinya!
Dalam dunia nyata, apakah hal seperti itu mungkin terjadi?
Kepribadian ganda, atau saat ini disebut Dissociative identity disorder (DID), adalah kondisi langka dimana dua atau lebih identitas atau kepribadian berbeda, hadir dan secara bergantian mengambil alih kontrol diri seorang individu. Saat sedang mengalami pergantiab kepribadian, individu tersebut lupa dengan kepribadiannya yang lain, lebih dari pelupa biasanya.
Penyebab DID sendiri tidak sepenuhnya dipahami, tetapi banyak laporan para penyintas DID telah mengalami kekerasan fisik dan seksual yang parah selama masa kanak-kanak.
Gangguan ini dapat bermanifestasi pada usia berapa pun. Individu dengan DID mungkin memiliki gejala pasca-trauma (mimpi buruk, kilas balik, atau respons mengejutkan) atau gangguan stres pasca-trauma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa DID lebih sering terjadi pada kerabat biologis dekat orang yang juga memiliki kelainan ini dibandingkan populasi umum.
DID ditandai dengan fragmentasi atau terpecahnya identitas. Gejala-gejala DID sendiri tidak dapat dijelaskan sebagai efek psikologis langsung dari suatu zat atau kondisi medis secara umum.
Berdasarkan situs Psychology Today, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk seseorang dapat didiagnosis mengalami DID:
• Individu mengalami dua atau lebih identitas atau keadaan kepribadian yang berbeda (masing-masing dengan pola persepsinya sendiri yang bertahan lama, berkaitan dengan, dan berpikir tentang lingkungan dan diri).
• Gangguan dalam identitas melibatkan perubahan dalam diri, perubahan dalam perilaku, kesadaran, memori, persepsi, kognisi, dan fungsi motorik.
• Kesenjangan yang sering ditemukan dalam ingatan individu, adalah tentang sejarah pribadi, termasuk orang, tempat, dan peristiwa, baik untuk masa lalu yang jauh maupun yang baru. Kesenjangan yang berulang ini tidak konsisten dan bukan lupa biasa.
• Gejala-gejalanya menyebabkan distres atau gangguan signifikan secara klinis di bidang sosial, pekerjaan, atau bidang fungsi penting lainnya.
Orang-orang dengan DID, biasanya melaporkan mendengar suara-suara (pendengaran (suara anak-anak atau suara kekuatan spiritual), dan dalam beberapa kasus, suara-suara tersebut menyertai berbagai aliran pemikiran bahwa individu tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri. Individu juga mungkin mengalami impuls tiba-tiba atau emosi yang kuat yang tidak bisa mereka kontrol. Di beberapa kasus juga terdapat laporan bahwa tubuh mereka tiba-tiba terasa berbeda (seperti anak kecil atau seseorang yang besar dan berotot) atau bahwa mereka mengalami perubahan mendadak dalam sikap atau preferensi pribadi.
Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima: lebih dari 70 persen orang dengan DID telah mencoba bunuh diri setidaknya sekali, dan perilaku melukai diri sendiri. Perawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah upaya bunuh diri bagi mereka yang menderita DID.
