Cerita Nostalgia teman kumparanMOM saat Bertemu Pertama Kali dengan Suami

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi suami istri makan bersama. Foto: Q88/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suami istri makan bersama. Foto: Q88/Shutterstock

Romansa masa muda selalu menghadirkan rasa bahagia ketika kembali terlintas di pikiran. Apalagi bagi pasangan suami istri yang telah puluhan tahun bersama, kenangan saat masih muda tentu menjadi bagian manis dari perjalanan cinta mereka.

Ada banyak momen yang bisa dikenang, mulai dari masa pendekatan, kencan pertama, hingga momen tertentu yang membuat seseorang semakin yakin untuk menjalani hidup bersama pasangannya.

Nostalgia masa muda tentu menjadi hal yang membahagiakan bagi banyak pasangan, termasuk bagi sebagian teman kumparanMOM. Mereka yang kini telah membina rumah tangga kembali mengenang kisah saat pertama kali bertemu hingga akhirnya melangkah bersama dalam kehidupan pernikahan.

Penasaran seperti apa cerita mereka saat pertama kali bertemu sang suami? Yuk, simak cerita selengkapnya di bawah ini.

Cerita Nostalgia Bertemu Suami versi teman kumparanMOM

Ilustrasi hubungan suami istri Foto: Shutterstock

Nostalgia romansa masa muda dirasakan oleh teman kumparanMOM Maddy Pertiwi (41). Ia bercerita bahwa momen pertama kalinya bertemu suami adalah lewat grup chat komunitas.

Saat itu, mereka tengah membahas kado ulang tahun di dalam grup. Sang suami kemudian menyebutkan bahwa dirinya berulang tahun pada Juli. Langsung saja, Maddy me-reply chat tersebut, “Wah, samaan Juli nih.”

Dari obrolan singkat itu, percakapan kemudian berlanjut melalui pesan pribadi. Setelah beberapa waktu ngobrol lewat chat, keduanya akhirnya memutuskan untuk bertemu secara langsung.

Setelah melalui proses PDKT yang cukup panjang, sang suami mulai menunjukkan keseriusannya kepada Maddy. Ia kemudian melamar Maddy pada 2015, tepat saat konser Djakarta Warehouse Project yang turut disaksikan oleh kerabat dan keluarga.

Maddy semakin yakin membangun hubungan serius karena sang suami menunjukkan sikap gentle dan berani bertemu dengan keluarga besarnya. Ia juga mampu berbaur dengan keluarga Maddy.

Ilustrasi suami istri quality time tanpa anak. Foto: Toa55/Shutterstock

Mirip seperti Maddy, teman kumparanMOM Tya (42) juga memulai proses PDKT dengan sang suami melalui platform digital. Keduanya pertama kali berkenalan lewat Friendster.

Awalnya, Tya hanya mengirimkan emoticon senyum kepada calon suaminya. Dari interaksi sederhana tersebut, percakapan mereka kemudian berlanjut hingga membahas berbagai hal yang lebih mendalam.

Saat itu, Tya banyak menggali kepribadian calon suaminya, termasuk pandangannya tentang masa depan, cita-cita, hingga target yang ingin dicapai. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah keduanya memiliki tujuan dan pandangan yang sejalan sebelum memutuskan melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Ilustrasi suami istri quality time. Foto: imtmphoto/Shutterstock

Cerita selanjutnya datang dari Mom Silvia (39), yang pertama kali bertemu dengan sang suami saat mengikuti UKM musik di kampus. Karena memiliki minat yang sama, keduanya mudah nyambung saat mengobrol dan banyak menghabiskan waktu bersama.

Sejak awal, Silvia sudah tegas bahwa dirinya nggak ingin menjalani hubungan pacaran. Untuk menunjukkan keseriusannya, sang suami langsung mendatangi orang tua Silvia.

“Keseriusan suamiku tuh benar-benar berasa, kayak dia berani datang ke kampungku sendirian cuma buat minta izin ke ayah dan keluargaku,” katanya.

Tanpa menunggu waktu lama, orang tua Silvia menyetujui hubungan tersebut. Keduanya kemudian melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Ilustrasi suami istri quality time. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Di sisi lain, teman kumparanMOM Riska (39) sudah mengenal sang suami sejak duduk di kelas 2 SMA. Kala itu, justru sang suami yang lebih dulu menyukai Riska.

Namun, Riska mengaku nggak langsung punya ketertarikan karena sang suami bukanlah tipe pria yang ia sukai. Bahkan, pada awalnya ia sama sekali nggak terpikir akan menjalin hubungan dengannya.

Seiring berjalannya waktu, Riska mulai memperhatikan sosok yang kemudian menjadi suaminya tersebut. Keduanya akhirnya berpacaran selama delapan tahun dan kini telah memasuki tahun ke-14 pernikahan.

“Pas dijalanin kok ternyata sesuai sama ekspektasiku. Ternyata dia orangnya penyayang, humble, nggak banyak ngomong tapi langsung aksi,” ungkap Riska.

Ilustrasi suami istri. Foto: Shutterstock

Pengalaman lucu datang dari teman kumparanMOM Allysa (31). Ia pertama kali bertemu dengan suaminya saat SMA karena mereka merupakan teman sekelas.

Namun, keduanya baru semakin dekat setelah sama-sama bekerja. Saat itulah Allysa mulai melihat sosok sang suami sebagai pria yang bertanggung jawab, perhatian, menyayangi keluarga, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangannya.

Selama sembilan tahun berpacaran, sang suami juga selalu ada untuk Allysa kapan pun dan di mana pun. Berbagai sikap tersebut akhirnya membuat Allysa yakin untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock

Terakhir, ada teman kumparanMOM Reva (38), yang memiliki cerita cukup unik saat pertama kali bertemu dengan sang suami. Keduanya bertemu di kantin karyawan dan nggak melalui proses PDKT yang panjang sebelum akhirnya menikah.

Semuanya bermula dari keisengan ibu Reva yang mencoba meyakinkan sang suami untuk menikahi putrinya. Nggak disangka, ucapan tersebut justru dianggap sebagai tantangan oleh sang suami.

Ibu Reva sempat memastikan keseriusan hubungan mereka dengan bertanya, “Kamu sama Reva pacaran emang serius? Yakin emang mau sama Reva?” Mendengar pertanyaan tersebut, sang suami justru menjawab, “Emang Mama mau dibawain berapa kalau saya mau sama anak Mama?”

Ucapan tersebut ternyata bukan sekadar candaan. Sang suami benar-benar datang untuk melamar Reva hingga keduanya akhirnya melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4