Melihat Kemungkinan Lain Latar Belakang Pembunuhan Kim Jong Nam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kim Jong Nam (Foto: Reuters/Lim Se-young)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong Nam (Foto: Reuters/Lim Se-young)

Tewasnya Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur masih menimbulkan banyak pertanyaan. Meski ada rekaman kamera pengintai yang memperlihatkan dia dibekap dua orang perempuan hingga akhirnya mengeluh mual kemudian meregang nyawa, tapi Polis Diraja Malaysia belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjawab sebab kematian saudara tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, itu.

Pemerintah Korea Utara masih bungkam soal kasus ini. Tanggapan justru keluar dari Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea, Teguh Santosa. "Bagi Korea Utara, sejauh ini, Kim Jong Nam dan his secret identity adalah fantasi lain yang dikembangkan musuh-musuh mereka," kata Teguh berdasarkan pernyataan resminya, Sabtu (18/2).

Menurut Teguh, setidaknya ada tiga teori yang bisa menjelaskan sebab terbunuhnya Kim Jong Nam. Beberapa kemungkinan itu berdasarkan interaksinya dengan pihak yang terkait langsung dengan dinamika politik di Semenanjung Korea.

Kemungkinan pertama, Teguh melihat dibunuhnya Kim Jong Nam sebagai peristiwa pembunuhan biasa. Hal itu berdasarkan kegemaran sang putra sulung Kim Jong Il. "Mengingat profil Kim Jong Nam yang dalam berbagai pemberitaan media dalam dan luar negeri disebutkan sebagai pria yang gemar bertualang (sering dengan paspor palsu), gemar main perempuan, gemar berjudi, sering bikin kisruh. Tingkat validitas teori ini kuat," sebutnya.

Selain itu, ada kemungkinan Korea Utara sebagai dalang pembunuhan. Teguh berpendapat, teori itu lemah. "Kelemahan utamanya terletak pada keterlibatan dua wanita non-Korut sebagai eksekutor. Pihak Korut sangat tertutup dan sulit melibatkan pihak lain (tidak percaya) apalagi untuk operasi seperti ini," jelas Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah.

Dugaan terakhir adalah peristiwa ini merupakan ulah pihak lain yang ingin menyudutkan Korea Utara. "Tingkat validitas teori ini sangat kuat," ujarnya. Dia meyakini itu karena kejadian tersebut terjadi di tempat ramai, sehingga insiden tersebut menyebar dengan cepat.

Setelah Kim Jong Nam tewas, Pemerintah Malaysia sudah menahan tiga orang. Seorang warga negara Vietnam, seorang warga negara Indonesia bernama Siti Aisyah dan kekasihnya yang berpaspor Malaysia.

video youtube embed