Mabes Polri Pastikan 7 Buronan Filipina adalah WNI

Mabes Polri membenarkan tujuh orang buronan Polisi Filipina adalah WNI. Mereka diduga telah bergabung dengan milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS.
Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyebutkan keseluruh buronan itu terakhir diketahui berada di Filipina Selatan. Mereka pergi ke sana melalui jalur legal.
[Baca juga: Tentara Filipina Bunuh 65 Militan ISIS di Marawi]
"Ketujuh orang ini masuk secara legal ke Filipina, karena mereka memiliki paspor yang sudah bisa dikonfirmasi bahwa mereka berangkat (ke Filipina) karena ada catatan dari pihak pihak kepolisian," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

Martinus juga mengatakan, satu dari tujuh buronan yang bernama Muhammad Ilham Syahputra dinyatakan telah tewas setelah terlibat dalam kontak senjata dengan aparat Filipina.
Sedangkan enam orang lain, Polri mengaku belum bisa memastikan keberadaan mereka saat ini. "Apakah masih ada di Filipina atau sudah keluar dari Filipina ini yang masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut," sebut Martinus.
Sebagai informasi, Kepolisian Filipina sudah menetapkan tujuh WNI sebagai buronan. Mereka diduga tergabung dalam milisi Maute yang coba menguasai Kota Marawi di bagian selatan Filipina.
[Baca juga: 7 WNI Dicari Militer Filipina karena Terkait Penyerangan Marawi]

Berikut nama-nama WNI yang menjadi buronan dii Filipina:
1. Al Ikhwan Yushel
Al Ikhwan lahir di Palembayan, Sumatera Barat, 1 November 1991. Dia tiba di Filipina pada akhir Maret 2017 lalu.
2. Yayat Hidayat Tarli
Lahir di Kuningan pada 25 April 1986. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi.
3. Anggara Suprayogi
Lahir di Tangerang pada 26 Desember 1984. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli
4. Yoki Pratama Windyarto
Lahir di Banjarnegara, 17 September 1995. Dia tiba di Manila pada 3 Maret 2017
5. M Jaelani Firdaus
Dia tiba di Manila pada 21 Februari 2017. Dia datang bersama M Gufron
6. M Gufron
Tiba di Manila pada 21 Februari bersama M Jaelani Firdaus
7. M Ilham Syahputra (tewas)
Tiba di Manila pada November 2016
