Pasukan Oranye Masuk Selokan Bantu Polisi Cari Bukti Terduga Teroris

Sejumlah anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut dilibatkan dalam penggeledahan di rumah Agus, salah satu terduga pelaku jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu. Pelibatan pekerja yang dikenal sebagai pasukan oranye tersebut untuk mencari barang bukti telepon genggam di belakang rumah pelaku.
"Mereka cuma disuruh mencari handphone di belakang rumah, tadi salah satu PPSU-nya bilang disuruh mencari HP," ujar salah satu saksi mata, Sherly, di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/5).
Baca juga: Orang yang Ditangkap di Cipayung Dititipi Motor Bomber Kampung Melayu
Tidak semua anggota PPSU diperbolehkan masuk ke area penggeledahan untuk mencari barang bukti handphone. Jika dilihat dari noda lumpur di baju Tim PPSU, kemungkinan pelaku sempat membuang handphone di belakang rumah dengan cara dipendam ke dalam tanah.
Tidak diketahui apakah tim PPSU berhasil mendapatkan barang bukti handphone tersebut. "Tidak ada omongan soal berhasil atau enggaknya, tadi bajunya kotor-kotor," terang Sherly.

Sekitar 15.50 WIB, bersamaan dengan selesainya penggeledahan, Tim PPSU pun meninggalkan rumah Agus. Mereka pergi tanpa memberikan pernyataan kepada awak media mengenai barang bukti yang mereka temukan di belakang rumah pelaku.
Sebelumnya, sekitar 14.00 WIB, polisi menggeledah rumah salah satu terduga pelaku jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu di Jalan Bambu Kuning RT 7 RW 2, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Dari penggeledahan tersebut ditemukan beberapa barang bukti. Namun belum diketahui apa saja barang bukti yang dibawa polisi.
Agus diduga sempat bertemu dengan Ahmad Sukri, seorang pelaku yang meledakkan diri di Kampung Melayu. Pantauan kumparan (kumparan.com) garis polisi telah dipasang di depan rumah terduga pelaku jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu.
Baca juga: Cerita Tetangga soal Penangkapan Terduga Teroris di Cipayung

