Terorisme Jadi Ancaman Utama dalam Operasi Ramadnya

Polri menggelar operasi Ramadnya untuk mengantisipasi peningkatan kegiatan masyarakat pada bulan Ramadhan hingga arus balik Lebaran. Dalam operasi ini, ada beberapa potensi ancaman yang dipetakan polisi, termasuk terorisme.
Pada operasi tahun ini, menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, ada 12 ancaman yang akan diperhatikan. Jumlah itu didapat setelah pimpinan Polri menggelar rapat antisipasi gangguan keamanan selama Ramadhan.
[Baca juga: Tiga Orang yang Sempat Ditangkap Tak Terkait Bom Kampung Melayu]
"Ancaman ada banyak, yang pertama, tetap nomor satu adalah terorisme. Terorisme ini menjadi antisipasi utama," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

Kemudian, polisi menilai pencurian sebagai bentuk ancaman paling besar, setelah terorisme. Mulai dari pencurian kendaraan bermotor hingga toko emas akan menjadi perhatian.
Sweeping yang kemungkinan dilakukan organisasi masyarakat tertentu, juga akan diperhatikan polisi. Setyo pun kembali menegaskan, sweeping hanya boleh dilakukan polisi.
"Ormas tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan sweeping, Jadi kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan sampaikan saja kepada polisi terdekat, dan nanti Polri yang akan melakukan sweeping," ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Penyerang Pemotor di Jagakarsa

Selanjutnya, polisi akan menjadikan petasan sebagai satu pusat perhatian. Menurut Setyo, petasan sudah dilarang untuk dijual dan diproduksi.
"Dilarang memproduksi, dilarang memperdagangkan, dan dilarang memainkan mercon (petasan). Mercon berbeda dengan kembang api. kembang api masih dibolehkan hanya dengan batas-batas dua inci," kata Setyo.
Selain itu, dalam operasi Ramadnya, polisi memperhatikan daerah rawan kecelakaan dan kemacetan. Khusus untuk kemacetan, jalur Pejagan, pintu tol Brebes Timur hingga Gringsing diperkirakan menjadi titik rawan kemacetan. Antisipasi mulai berlangsung dari H-10 Idul Fitri hingga arus balik selesai.
Ruas Tol Cipali juga menjadi jalur yang disebut rawan terjadi antrian panjang kendaraan. Di jalur bebas hambatan itu, akan ada polisi yang mengalihkan kendaraan ke luar jalur tol jika kemacetan parah terjadi.
Sekedar informasi, operasi ini ditulis Ramadnya, tapi Setyo menekankan pembacaanya Ramadani.
[Baca juga: Polisi Cari Adik Bomber Kampung Melayu]
