Kumparan Logo

Sarang Burung dari Kabel Drone Ditemukan di Ukraina, Bukti Perang Ubah Alam

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yana Hrynko, peneliti Museum Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia Kedua, menunjukkan sarang burung dari pecahan serat optik yang ditemukan tentara Ukraina di garis depan lalu diserahkan ke museum, di Kyiv, Ukraina, Selasa (23/6/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Yana Hrynko, peneliti Museum Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia Kedua, menunjukkan sarang burung dari pecahan serat optik yang ditemukan tentara Ukraina di garis depan lalu diserahkan ke museum, di Kyiv, Ukraina, Selasa (23/6/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Perang di Ukraina ternyata turut mengubah perilaku satwa liar di sekitarnya. Para peneliti menemukan dampaknya terhadap alam, setelah sarang burung yang terbuat dari sisa kabel serat optik drone ditemukan di dekat garis depan pertempuran

Kabel serat optik ini banyak berserakan di medan perang karena digunakan oleh pasukan Ukraina maupun Rusia. Kabel tipis yang bisa membentang hingga 20 kilometer tersebut dipakai untuk memandu drone tempur agar kebal dari gangguan sinyal elektronik (jamming).

Akibatnya, sisa-sisa kabel kini berserakan menyelimuti pepohonan, ladang, hingga atap bangunan di wilayah konflik.

Sarang burung yang terbuat dari pecahan serat optik yang ditemukan oleh seorang prajurit Ukraina di Kiev, Ukraina, Selasa (23/6/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Yana Hrynko, peneliti senior di Museum Perang Kyiv, menjelaskan temuan sarang burung yang terbuat dari campuran rumput kering dan kabel serat optik ini menunjukkan bagaimana alam beradaptasi di tengah modernisasi konflik.

"Objek seperti sarang burung dengan pecahan serat optik ini menunjukkan perubahan dalam karakteristik perang," kata Hrynko, mengutip Reuters.

Pihak militer Ukraina telah mengirimkan dua sampel sarang unik tersebut ke pihak museum.

instagram embed

Menanti hasil tes DNA dari Belanda

Peneliti saat ini belum mengetahui spesies burung apa yang merajut sarang-sarang tersebut. Untuk memecahkan misteri ini, salah satu sarang dikirim ke Belanda untuk dianalisis oleh Auke-Florian Hiemstra, seorang ahli biologi asal Leiden yang mendalami material sarang buatan.

Tim peneliti berencana melacak sisa-sisa DNA yang tertinggal pada sarang untuk mengidentifikasi spesiesnya. Menurut Hiemstra, penggunaan material sisa perang ini memiliki dampak ganda bagi kelangsungan hidup burung.

Di satu sisi, kabel serat optik yang tajam dan panjang berisiko menjerat tubuh burung hingga menyebabkan cedera. Namun di sisi lain, serat optik yang kuat berpotensi membuat struktur sarang menjadi lebih kokoh dari badai. Fenomena ini pun menjadi bukti nyata bagaimana perang modern terus meninggalkan jejaknya pada ekosistem alam.