News
·
14 Januari 2021 20:49

Pentingnya 6 Langkah Cuci Tangan untuk Mencegah COVID-19

Konten ini diproduksi oleh Tiara Roroputri
Pentingnya 6 Langkah Cuci Tangan untuk Mencegah COVID-19 (11617)
Sumber: https://wwwhive.com/ Artikel ini dibuat oleh Putri Devi dan Tiara Roroputri
Pada bulan Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China terdapat penemuan kasus pertama kali penyakit pneumonia yang misterius. Sumber penularan penyakit tersebut tidak diketahui pasti, tetapi kasus pertama kali tersebut dikaitkan dengan salah satu pasar tradisional di Wuhan. Penyakit tersebut bernama COVID-19 (Coronavirus Disease). COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. Dengan peningkatan kasus yang sangat cepat dan luas ke berbagai negara, World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global pada bulan Maret 2020.
ADVERTISEMENT
Penularan COVID-19
COVID-19 pada awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Setelah itu, diketahui bahwa infeksi ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Penularan tersebut bisa melalui: tidak sengaja terkena percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 bersin atau batuk, memegang mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh barang yang terkena droplet penderita COVID-19, dan kontak jarak dekat (kurang dari 2 meter) dengan penderita COVID-19 tanpa menggunakan masker.
Penularan virus tersebut dapat berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan sehari-hari karena dalam melakukan aktivitas sehari-hari akan selalu bersentuhan dengan tangan. Oleh karena itu, tangan adalah bagian tubuh yang paling banyak tercemar kotoran dan tempat bersarangnya bibit penyakit. Ketika memegang sesuatu dan berjabat tangan, tentu ada bibit penyakit yang melekat pada kulit tangan. Telur cacing, virus, kuman, dan parasit yang mencemari tangan, bisa menempel pada orang lain yang dimana dapat menularkan bibit penyakit. Selain bertransmisi melalui tangan, kotoran, penyakit, serta virus pada umumnya juga dapat menularkan melalui barang yang sudah terkontaminasi. Ketika barang-barang dipegang dan kemudian tangan tidak dibersihkan maka akan sangat memungkinkan dapat tertular penyakit termasuk virus. Maka mencuci tangan dengan benar dan sesuai kesehatan sangatlah penting agar jenis virus dan penyakit tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.
ADVERTISEMENT
Pencegahan COVID-19
Kini semua orang tertuju pada upaya pencegahan COVID-19 dari terjangkitnya virus yang hingga kini belum ada antivirusnya. Salah satu strateginya adalah dengan 6 langkah mencuci tangan sesuai aturan kesehatan berdasarkan protokol World Health Organization (WHO). Mencuci tangan dengan sabun menurut WHO adalah cara yang tepat sesuai standar kesehatan, hal ini karena sabun dapat membunuh kuman atau virus yang menempel di tangan. Maka usaha yang paling sederhana untuk menegakkan pilar hidup sehat adalah dengan gemar mencuci tangan, dikarenakan cuci tangan merupakan salah satu protokol kesehatan dalam mencegah COVID-19.
Pemahaman yang baik mengenai pentingnya perilaku mencuci tangan dengan 6 langkah, cara yang benar mencuci tangan, kapan saja diperlukan cuci tangan, serta kesadaran masyarakat untuk melakukan kebiasaan cuci tangan khususnya saat masalah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu pemerintah dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi penularan virus COVID-19. Dengan dilakukanya penyuluhan dan sosialisasi cuci tangan dengan 6 langkah, diharapkan semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan pentingnya cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun pada air mengalir. Selain itu, dapat menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran agar mau dan mampu melakukan kebiasaan cuci tangan dengan 6 langkah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah mewabahnya virus COVID-19.
ADVERTISEMENT
6 Langkah Cuci Tangan
Terdapat 6 langkah cara mencuci tangan dengan benar menurut WHO, yaitu: pertama, basahi tangan, letakkan sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar. Kedua, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Keempat, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci. Kelima, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian. Keenam, letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan, lalu bilas dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan. Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun di bawah air mengalir dengan 6 langkah tersebut dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan seperti virus COVID-19. Praktik kebersihan diri dengan cuci tangan merupakan langkah awal pencegahan penularan virus COVID-19 dan telah terbukti menjadi salah satu pencegahan penyakit menular yang murah dan terjangkau. Jadi, ayo terapkan cuci tangan 6 langkah untuk terhindar dari virus penyebab COVID-19!
ADVERTISEMENT
Penulis: Putri Devi Indriastuty dan Tiara Roroputri Aprilia
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. 2014. Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun Di Indonesia. [Online]. Available at: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-ctps.pdf
Sinaga, L.R.V., Munthe, S.A. and Bangun, H.A., 2020. SOSIALISASI PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI DESA SAWO SEBAGAI-BENTUK KEPEDULIAN TERHADAP MASYARAKAT DI TENGAH MEWABAHNYA VIRUS COVID-19. Jurnal Abdimas Mutiara, 1(2), pp.19-28.
Suprapto, R., Hayati, M., Nurbaity, S., Anggraeni, F., Haritsatama, S., Sadida, T.Q., Firoh, A. and Pratama, F.A., 2020. Pembiasaan Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Semarang. Jurnal Surya Masyarakat, 2(2), pp.139-145.
Susilo, A., Rumende, C.M., Pitoyo, C.W., Santoso, W.D., Yulianti, M., Herikurniawan, H., Sinto, R., Singh, G., Nainggolan, L., Nelwan, E.J. and Chen, L.K., 2020. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1), pp.45-67.
ADVERTISEMENT