Di Kemah Nasional PUI, Kapolri Bicara Peluang RI Jadi Kekuatan Nomor 4 Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pada acara kemah Nasional PUI, di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pada acara kemah Nasional PUI, di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9). Foto: Dok. Istimewa

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang strategis untuk melompat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor empat di dunia. Kunci keberhasilan lompatan tersebut berada pada kemampuan bangsa dalam memanfaatkan momentum puncak bonus demografi yang sedang berlangsung.

Hal itu ditekankan Sigit dalam arahannya pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Sigit menjelaskan, bonus demografi di mana proporsi penduduk usia produktif mendominasi total populasi merupakan peristiwa langka yang tidak akan terulang dua kali dalam sejarah perjalanan sebuah bangsa.

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” tegas Sigit di hadapan 5.499 peserta apel.

Penguatan Akses Pendidikan dan Peran SMA Taruna Bhayangkara

Suasana acara kemah Nasional PUI yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9). Foto: Dok. Istimewa

Sigit memaparkan, potensi bonus demografi berisiko menjadi bumerang apabila populasi usia produktif tidak dibekali keterampilan, pendidikan berkualitas, dan karakter yang kokoh. Tanpa intervensi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), limpahan angkatan kerja justru dapat menciptakan ledakan pengangguran.

Oleh karena itu, kata Sigit, negara terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui berbagai skema strategis. Di antaranya perluasan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, hingga metode pendidikan jarak jauh.

Institusi kepolisian, lanjutnya, turut berkontribusi nyata mencetak SDM unggul melalui pendirian sekolah berasrama unggulan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Fasilitas pendidikan ini dirancang khusus untuk mendidik dan mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional di masa depan.

Dalam konteks penyiapan SDM berkarakter ini pula, Sigit memandang Gerakan Pramuka memiliki peran vital sebagai kawah candradimuka yang melatih kemandirian, etos kerja gotong royong, dan kedisiplinan sejak dini.

Rawat Persatuan dan Dukung Gelar Pahlawan Nasional Tokoh PUI

Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutterstock

Lebih lanjut, Sigit mengingatkan bahwa seluruh lompatan ekonomi dan pembangunan SDM akan sia-sia jika stabilitas nasional terganggu oleh friksi sosial. Ia menekankan pentingnya merawat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia.

“Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian semua adalah calon penerus bangsa, harus saling menjaga dan merawat persatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar PUI yang dinilai konsisten memegang teguh prinsip Islam wasathiyah (moderat) serta komitmen kebangsaan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak era pra-kemerdekaan.

Sebagai wujud pengakuan atas kontribusi sejarah tersebut, Kapolri secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh pendiri PUI.

“Kami menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusinya bagi bangsa dan negara,” pungkas Kapolri.