Kumparan Logo

Hujan Gol di Etihad dan Panggung Pembuktian Cody Gakpo

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Manchester City mengemas kemenangan dramatis penuh kekacauan saat melibas Sunderland di Stadion Etihad akhir pekan ini.

Laga sengit yang berakhir dengan skor 5-3 tersebut memicu perdebatan hangat mengenai hilangnya kontrol permainan yang biasanya menjadi identitas utama The Citizens. Sementara itu, Liverpool terus memetik keuntungan berkat performa impresif Cody Gakpo yang menjadi pahlawan kemenangan atas Bournemouth.

Badai Taktik Enzo Maresca dan Kegagalan Mengontrol Laga

Pelatih Chelsea Enzo Maresca menyampaikan intruksi kepada anak asuhannya saat laga melawan Burnley dalam pertandingan Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, Inggris, Sabtu (22/11/2025). Foto: Chris Radburn/Reuters

Enzo Maresca selaku manajer tuan rumah mengakui kesulitan timnya dalam mempertahankan kendali permainan setelah Sunderland terus memberikan tekanan tanpa henti sepanjang laga. Pelatih asal Italia tersebut mengungkapkan, “Kami ingin mengontrol tetapi tim lawan tidak membiarkan kami melakukannya.” Taktik agresif tim tamu terbukti sukses membuat lini pertahanan tuan rumah kelabakan dan kehilangan arah.

Ketiadaan kendali ini terlihat jelas dari bagaimana barisan belakang mereka begitu mudah ditembus oleh striker lawan, Brian Brobbey. Penyerang tersebut memenangkan 10 dari 12 duel fisik melawan Ruben Dias dan sukses mencetak tiga gol spektakuler memanfaatkan celah di lini pertahanan. Tanpa adanya pelindung tangguh di lini tengah, Elliot Anderson dan Enzo Fernandez gagal membendung skema serangan balik cepat lawan yang sangat merepotkan.

Beruntung bagi Manchester City, efektivitas lini serang mereka masih mampu mengonversi kesalahan lawan menjadi gol kemenangan. Kendati memenangkan laga dengan cara yang tidak biasa, Maresca harus segera membenahi koordinasi pertahanan jika tidak ingin terus dieksploitasi oleh tim lawan dengan taktik man-to-man yang agresif di laga-laga mendatang.

Dilema Manchester United dan Tekanan Besar untuk Michael Carrick

Manajer sementara Manchester United, Michael Carrick, memperhatikan pada pertandingan Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). Foto: Phil Noble/REUTERS

Michael Carrick menghadapi situasi yang semakin pelik setelah Manchester United kembali gagal memetik poin penuh di kandang Fulham. Hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk Setan Merah yang kini tertinggal 10 angka dari pemuncak klasemen sementara. Carrick mencoba bersikap tenang dan menunjuk faktor ketidakberuntungan serta margin tipis sebagai penyebab utama kegagalan skuadnya meraih kemenangan.

Akan tetapi, alasan tersebut tidak lagi cukup untuk meredam kritik publik yang menyoroti penurunan performa secara kolektif dari aspek fisik hingga penguasaan bola. Mantan gelandang legendaris itu menegaskan, “Ini masih musim yang panjang di depan.” Namun, tanpa adanya perubahan radikal dalam sistem permainan, target Manchester United untuk memperbaiki posisi di papan atas tampaknya semakin menjauh dari realitas.

Sinar Terang Cody Gakpo yang Menyelamatkan Liverpool

Cody Gakpo merayakan gol pertama Liverpool saat melawan Newcastle United. Foto: Scott Heppell/REUTERS

Cody Gakpo kembali membuktikan kapasitasnya sebagai sosok krusial dalam skema penyerangan Liverpool saat bertandang ke markas Bournemouth. Penyerang asal Belanda tersebut menginisiasi proses gol semata wayang yang dicetak oleh Alexander Isak melalui aksi tusukan impresif dari sisi kanan pertahanan lawan. Kontribusi luar biasa ini membuat keputusan manajemen Liverpool yang sempat berniat menjualnya pada bursa transfer lalu terlihat sangat keliru.

Selain tajam saat menyerang, Gakpo juga menunjukkan etos kerja luar biasa dengan mencatatkan kemenangan duel terbanyak di lapangan demi membantu pertahanan. Kehadirannya memberikan keseimbangan taktis yang sangat dibutuhkan oleh manajer, terutama dalam meredam agresivitas bek sayap lawan. Tanpa kontribusi maksimal dari sang penyerang sayap, Liverpool dipastikan akan kesulitan bersaing di jalur perebutan gelar juara musim ini.