Kasatgas PRR Update Penanganan Tiap Pekan demi Pastikan Pemulihan Sumatera

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian umumkan total anggaran Rp100,1 triliun untuk pemulihan pascabencana Sumatera serta pastikan evaluasi berkala tiap pekan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).  Foto: Dok. Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian umumkan total anggaran Rp100,1 triliun untuk pemulihan pascabencana Sumatera serta pastikan evaluasi berkala tiap pekan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan, pemerintah pusat terus bekerja dalam memulihkan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ia menyebut pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp100,1 triliun selama tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

"Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini," terang Tito usai Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar di Bidang Pendidikan yang berlangsung di Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Tito memastikan penanganan oleh masing-masing kementerian/lembaga akan diperbarui secara berkala, tiap pekan. Di minggu ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapatkan kesempatan menyampaikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di 4.922 sudah berjalan 100 persen.

Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian umumkan total anggaran Rp100,1 triliun untuk pemulihan pascabencana Sumatera serta pastikan evaluasi berkala tiap pekan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Kemendagri

"Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif," urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyebut tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya fokus pada sisi infrastruktur, melainkan juga pada akses kesehatan hingga aspek ekonomi masyarakat terdampak bencana. Ia mencontohkan langkah yang telah dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan program pemulihan sawah-sawah yang terdampak. Kemudian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang fokus pada tambak warga yang terdampak.

"Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu," tutupnya.