Polemik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia menuai polemik. Konser itu dijadwalkan digelar di Candi Borobudur, Magelang, pada Sabtu (31/10), dan di Jakarta pada Selasa (3/11).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan konser itu dan menyoroti rekam jejak Bocelli yang berkaitan dengan Israel. Namun, Bocelli menegaskan konsernya tidak berkaitan dengan pesan politik maupun dukungan terhadap pihak tertentu.

Berikut rangkuman polemik konser Bocelli:

MUI Desak Konser Dibatalkan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten terhadap kegiatan yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Zionisme. Desakan ini muncul setelah pemerintah memutuskan tidak mengizinkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton. Menurut Sudarnoto, konser Bocelli perlu dibatalkan karena Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto dikutip dari situs resmi MUI, Minggu (11/10).

Pemerintah sebelumnya menyampaikan tidak akan memberikan izin untuk konser Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia. Sebab pertunjukkan itu diduga dijadikan kampanye politik yang mendukung Israel. Hal itu dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sudarnoto menyoroti rekam jejak Bocelli. Menurut dia, Bocelli disebut pernah terlibat dalam penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010. Bocelli juga tercatat menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai dukungan pendanaan terhadap kekuatan militer Israel tidak dapat ditoleransi di tengah konflik di Gaza. Sudarnoto juga menyesalkan dugaan dukungan kementerian terkait terhadap rencana kedatangan Bocelli.

Ia menilai pertimbangan keuntungan ekonomi tidak seharusnya mengesampingkan sikap Indonesia terhadap penjajahan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegasnya.

Sudarnoto mengingatkan ketetapan fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap Israel maupun pihak yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina. MUI berharap tidak ada kementerian yang mendukung konser tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini," kata Sudarnoto.

kumparan post embed

Bocelli Buka Suara

Andrea Bocelli tampil di atas panggung dalam sebuah konser gratis di Alun-alun Zocalo, Mexico City, pada 18 April 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Bocelli menegaskan konsernya di Indonesia tidak berkaitan dengan pesan politik maupun dukungan terhadap pihak tertentu.

"Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama," kata Andrea Bocelli dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10).

Ia berharap konsernya dapat dinikmati semua orang tanpa memandang keyakinan atau pandangan politik. Bocelli juga memastikan tidak ada pendapatan konser yang ditujukan untuk mendukung kepentingan politik maupun militer.

"Tidak ada rencana penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik ataupun militer yang berkaitan dengan konser-konser tersebut. Tidak ada pula pendapatan dari konser-konser ini yang dimaksudkan untuk tujuan tersebut," ujarnya.

Bocelli juga menanggapi sorotan atas penampilannya bertahun-tahun lalu.

"Pada kesempatan tersebut, sebagaimana dalam setiap penampilan sepanjang karier saya, satu-satunya niat saya adalah mempersembahkan suara dan berbagi musik," kata Bocelli.

Ia menyatakan selalu menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik sepanjang kariernya.

"Setelah mendedikasikan hidup saya untuk panggilan ini, saya selalu menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik, hal-hal yang membutuhkan pemahaman mendalam yang tidak saya klaim miliki," tutur Bocelli.

kumparan post embed

Tur "Romanza" di Indonesia

Poster tur 30 tahun berkarya Andrea Bocelli bertajuk 'Romanza World Tour' di Indonesia, Kamis (20/8/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparan

Penyelenggara mengumumkan tur 30 tahun berkarya Bocelli bertajuk "Romanza" pada Kamis (20/8). Tur ini digelar di dua lokasi: Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Indonesia disebut menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang dikunjungi Bocelli dalam tur ini.

Persiapan tur melibatkan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong potensi ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya di sekitar Candi Borobudur.

Soal musisi lokal yang akan tampil, penyelenggara menyebut kolaborasi telah disetujui sang seniman, tetapi masih menunggu konfirmasi akhir dari pihak manajemen.

"Artisnya sudah tersedia, nanti kita akan bikin announcement-nya di dalam satu dua minggu ini," ungkap Prajna Murdaya, founder Shoemaker Studios.

Penyelenggara juga menyiapkan film konser untuk penggemar yang tidak bisa menyaksikan tur langsung, serta film dokumenter.