Kumparan Logo

Populer: Bahlil Duga Singapura Jual Lagi LNG; BEI Delisting 18 Saham

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/1026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/1026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Dugaan Singapura menjual kembali LNG asal Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (30/10). Selain itu, pengumuman BEI terkait delisting 18 saham perusahaan tercatat juga menarik perhatian. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Bahlil Duga Singapura Jual Lagi LNG yang Diimpor dari Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menduga Singapura bertindak sebagai perantara dagang yang menjual kembali komoditas gas alam cair (LNG) asal Indonesia ke negara lain. Langkah pemerintah memotong pasokan ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBTUD dilakukan guna memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik. Pemotongan ekspor sebesar 8 persen dari total penyaluran 409,55 BBTUD tersebut dipastikan tidak melanggar kontrak bilateral karena volume pengiriman masih di atas batas minimum.

Indonesia mencatat pengiriman gas pipa rutin sebesar 409,55 juta British Thermal Unit per hari (BBTUD) dari Natuna dan Sumatra, serta ekspor LNG yang mencapai 148 kargo atau setara 1.480 MMSCFD.

Di tengah pengetatan ekspor ini, sektor migas nasional menghadapi tantangan penurunan produksi pada sejumlah sumur. Berdasarkan data APBN per 31 Agustus 2026, realisasi lifting minyak nasional tercatat 575,6 ribu barel per hari (bopd) dari target 610 ribu bopd, sementara lifting gas bumi menyentuh 926,8 ribu barel setara minyak per hari (boepd) dari target 984 ribu boepd.

BEI Delisting 18 Saham Mulai 10 November 2026

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghapusan pencatatan saham secara paksa (forced delisting) terhadap 18 perusahaan tercatat yang mulai berlaku efektif pada 10 November 2026. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-N yang menyasar perusahaan berkinerja negatif tanpa indikasi pemulihan memadai, atau emiten yang sahamnya telah disuspensi sekurang-kurangnya selama 24 bulan.

Langkah tegas regulator bursa ini mencakup 7 emiten yang telah dinyatakan pailit, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan PT Cowell Development Tbk (COWL), serta 11 emiten yang mengalami suspensi perdagangan lebih dari 50 bulan. Untuk melindungi pemegang saham publik, BEI mewajibkan perusahaan terdampak melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang dijadwalkan berlangsung sejak 11 Mei hingga 9 November 2026.