Populer: Erupsi Krakatau Rugikan Maskapai; Lion Group Batalkan 275 Penerbangan

Potensi kerugian maskapai akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (7/9).
Berita populer lainnya adalah pembatalan ratusan penerbangan Lion Group di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma akibat abu vulkanik. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Rugikan Maskapai hingga Rp 19 Miliar per Hari
Erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi industri penerbangan domestik. Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA) memproyeksikan potensi kerugian berkisar antara Rp 10 miliar hingga Rp 19 miliar per hari bagi maskapai yang mengoperasikan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) serta Bandara Radin Inten II Lampung (TKG).
Jika gangguan operasional ini berlangsung selama satu pekan, akumulasi kerugian diperkirakan membengkak hingga Rp 70 miliar sampai Rp 130 miliar, belum termasuk dampak kerusakan reputasi dan penurunan pemesanan tiket di masa mendatang.
Analisis struktur biaya menunjukkan komponen kerugian terbesar bersumber dari hilangnya pendapatan akibat pembatalan penerbangan, yang berkontribusi sebesar 30-50 persen dari total potensi kerugian.
Kehilangan pendapatan dari estimasi pembatalan 30-50 penerbangan per hari dengan tingkat keterisian 80 persen diperkirakan mencapai Rp 8-15 miliar.
Selain itu, maskapai harus menanggung tambahan biaya operasional seperti bahan bakar, kru pesawat, dan biaya parkir sebesar Rp 1,5-3 miliar, kompensasi penumpang senilai Rp 500 juta-1,2 miliar, serta biaya perawatan mesin pasca-paparan abu vulkanik yang mencapai USD 20.000-50.000 per mesin.
Kerugian ini berpotensi memberikan dampak sistemik jangka pendek pada industri penerbangan mengingat Bandara Soekarno-Hatta merupakan hub utama yang melayani 40 persen jaringan domestik. Terlebih lagi, gangguan ini terjadi pada kuartal III 2026 yang merupakan musim puncak liburan (peak season) pariwisata.
Gangguan rantai logistik udara akibat terhambatnya penerbangan kargo juga diprediksi akan mengerek naik biaya logistik nasional, berpotensi menghapus perolehan laba maskapai dalam satu bulan di tengah proses pemulihan pasca-pandemi yang masih berjalan.
Lion Group Batalkan 275 Penerbangan di Bandara Soetta-Halim karena Abu Vulkanik
Sebagai dampak langsung dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Lion Group terpaksa membatalkan 275 penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB.
Kebijakan ini diambil menyusul keputusan otoritas penerbangan sipil yang menutup sementara kedua bandar udara demi menjamin keselamatan penerbangan. Langkah mitigasi operasional ini mencakup pembatalan rute domestik maupun internasional guna menghindari risiko kerusakan mesin pesawat akibat paparan partikel abu vulkanik yang abrasif.
Secara terperinci, pembatalan penerbangan didominasi oleh rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan rincian 35 penerbangan Lion Air (19 keberangkatan, 16 kedatangan), 130 penerbangan Batik Air (63 keberangkatan, 67 kedatangan), dan 85 penerbangan Super Air Jet (40 keberangkatan, 45 kedatangan).
Sementara itu, operasional Batik Air di Bandara Halim Perdanakusuma mencatatkan 17 pembatalan penerbangan (8 keberangkatan, 9 kedatangan). Pada sektor internasional, terdapat pula 8 penerbangan Batik Air rute Soekarno-Hatta menuju Malaysia (pulang-pergi) yang batal beroperasi.
Untuk meminimalkan kerugian konsumen dan menjaga retensi pelanggan, manajemen Lion Group memberikan opsi penyesuaian jadwal ulang (reschedule) serta pengembalian dana tiket secara penuh (refund) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
