Populer: KAI Perpendek Headway Green Line; Netflix PHK 1.000 Karyawan

Rencana KAI memperpendek headway Green Line menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (15/10). Selain itu, ada berita pemangkasan 1.000 karyawan oleh Netflix yang turut trending di kumparanBISNIS.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
KAI Bakal Perpendek Headway Green Line Jadi 10 Menit Pakai 12 Gerbong
PT Kereta Api Indonesia (Persero) diminta oleh BP BUMN dan Danantara untuk menyusun masterplan transformasi perkeretaapian Jabodetabek. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai 375 juta orang pada 2026, melampaui target awal sebesar 369 juta orang. Hingga September 2026, realisasi volume penumpang telah menembus 271 juta orang dan diperkirakan mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036.
Dalam rencana strategis tersebut, KAI menargetkan pemendekan jarak antarperjalanan (headway) pada lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung menjadi kurang dari 10 menit menggunakan rangkaian SF-12. Sementara peningkatan kapasitas rangkaian SF-12 untuk lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.
Pengembangan infrastruktur ini akan mencakup optimalisasi jumlah rangkaian kereta, perluasan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, hingga penanganan titik kepadatan lalu lintas kereta. Integrasi seluruh elemen ini dinilai krusial guna menjaga efisiensi operasional dan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel di kawasan aglomerasi.
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022
Netflix merumahkan sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya di tengah ketatnya persaingan industri streaming. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini tercatat sebagai yang terbesar sejak 2022, saat perusahaan memangkas 450 karyawan. Efisiensi kali ini utamanya berdampak pada divisi produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia dari total 16.000 karyawan hingga akhir 2025.
Langkah efisiensi ini diambil di tengah penurunan harga saham Netflix sebesar 25 persen sepanjang 2026, meskipun sempat menguat 0,7 persen pada perdagangan Rabu (14/10). Tekanan bisnis kian meluas akibat ketatnya persaingan dengan platform gratis seperti YouTube dan TikTok, serta kegagalan akuisisi aset Warner Bros Discovery bernilai USD 110 miliar yang akhirnya dimenangkan oleh Paramount.
Analis menilai Netflix perlu mencari sumber pendapatan baru di luar model bisnis berlangganan yang mulai mendekati titik jenuh. Guna mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan setahun penuh, manajemen kini mendorong ekspansi pada lini bisnis layanan iklan, siaran langsung, hingga pengembangan game.
